Iwak Karing vs Ikan Asin

Ketika istilah umum dan soal teknis tak mesti selaras

Ikan Sapat ini dijemur diterik matahari untuk membuatnya benar-benar kering. Disitulah nikmatnya. © mwahyunz.id
Ikan Sapat ini dijemur diterik matahari untuk membuatnya benar-benar kering. Disitulah nikmatnya. © mwahyunz.id

Beberapa hari lalu, seorang rekan membawakan ikan yang sudah terbungkus. Sudah beberapa waktu ini memang selalu pesan ikan, khususnya Ikan Telang. Selalu memuaskan rasanya. Sekali waktu mau pesan Ikan Sapat (Bhs. Banjar), karena juga menyukainya. Apalagi kalau digoreng kering dan dimakan bersama dengan timun yang dikeruk. Siang hari adalah waktu yang paling pas untuk menikmatinya.

Jadilah tempo hari itu, yang beberapa hari lalu, dibawakan. Gratis katanya. Ya, gratis, tidak perlu bayar, dengan alasan tidak sampai 1Kg berat total seluruh ikan itu ketika disuruh berkumpul dan ditimbang. Tentu diucapkan terima kasih dengan banyak sekali. Maka kemudian ketika sudah di rumah, ikan sapat tersebut dicuci dan dijemur di bawah terik matahari yang memang sedang cerah-cerahnya.

Ketika ikan² yang biasanya berada dalam air itu kemudian dijemur diterik matahari, maka yang paling tepat menyebutnya adalah memang dalam Bahasa Banjar, yakni “iwak karing” atau yang secara literal dalam Bahasa Indonesia berarti “ikan kering”.

Hanya saja, selama ini tidak pernah mendengar atau menggunakan istilah “Ikan Kering” ketika urusan pesan makan menggunakan Bahasa Indonesia. Istilah yang ada adalah “Ikan Asin“. Nah, ketika ikan asin diterjemahkan ke dalam Bahasa Banjar, maka menjadi iwak masin. Juga istilah yang tidak pernah didengar dalam perbendaharaan makanan dalam Bahasa Banjar. Sementara, selama ini yang difahami dan dipergunakan secara umum adalah: iwak karing itu ya sama saja dengan ikan asin.

Kenapa iwak sapat tadi dicuci, itu adalah untuk menghilangkan rasa asin akibat garam yang digunakan dalam pengolahan sebelumnya. Rasa-rasanya, setidaknya secara pribadi, sapat ini akan lebih nikmat jika rasanya hambar, tidak asin atau masin. Kenapa dijemur? Ya sudah pasti supaya mendapatkan kekeringan maksimal yang pas setelah basah dicuci.

Lantas, mau menyebut sebagai iwak karing atau ikan asin?

Ya kalau baca beberapa literatur, ikan kering adalah ikan yang dikeringkan dengan tanpa melibatkan atau menggunakan garam. Stockfish kalau dalam bahasa luarnya. Pada umumnya dikeringkan dan diawetkan menggunakan bantuan angin dan udara dingin. Sudah pasti metode pengawetannya berbeda dengan iwak karing yang melibatkan garam. Maka, semakin kacau saja kan?

Kesimpulannya, buat apa pusing-pusing memikirkan istilah yang tepat. Nanti malah tidak bisa menikmati renyahnya sapat karing akibat kepikiran soal istilah. Yang penting semua sama-sama faham apa yang dimaksud. Kalau soal lauk seperti ini, yang paling substansial adalah rasanya! Inilah waktunya, ketika istilah umum dan soal teknis tak mesti selaras.

Jadi, iwak karing atau ikan asin apa yang paling disukai kawan-kawan?

_
Salam. Bahagialah selalu...

Mhd Wahyu NZ
Telegram | Facebook