Bagaimana “Kenormalan Baru” di Kota Banjarbaru?

Kondisi sebuah ruas jalan pada pekan pertama PSBB di Kota Banjarbaru (23/05) lalu.

Usai berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru pada Jumat (29/05) kemarin, Kota Banjarbaru tidak akan melanjutkannya. Dua pekan itu sudah dinilai cukup berhasil oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. Sehingga saat ini Banjarbaru akan menuju sebuah new normal atau “kenormalan baru”. Sebuah istilah yang akhir² ini kian populer.

Bukan PSBB lagi, melainkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang akan diterapkan di Kota Banjarbaru. Maka kata kuncinya adalah pembatasan dan kegiatan. Yakni kegiatan apa saja, dan bagaimana membatasinya. Persisnya entah akan seperti apa, sebab sampai saat ini kabarnya konsep tentang PKM tersebut tengah disusun oleh Pemko Banjarbaru.

Namun demikian, kabar berita mengatakan, bahwa kegiatan-kegiatan yang selama ini dibatasi atau bahkan dihentikan, akan kembali bisa dilanjutkan, namun dengan memperhatikan sejumlah hal. Sebagai bagian usaha pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satu contohnya, warung makan. Jika kemarin tidak boleh makan ditempat, dalam masa PKM akan boleh makan di tempat, tapi dengan pengaturan jarak, dll. Setidaknya, begitulah kata berita. Berbahagialah yang suka makan di warung 😆

Hanya saja, belajar dari bagaimana PSBB di Kota Banjarbaru diterapkan selama dua pekan barusan, silakan masing-masing pikirkan dan bayangkan, akan seperti apa jadinya PKM yang akan datang menjelang ini. Sebab apapun itu namanya, pada intinya akan kembali kepada setiap warga masyarakat juga, untuk menjaga dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungannya.

Terlepas dari itu semua, pada intinya adalah keadaan belum akan kembali sebagaimana semula. Tentu akan masih ada keterbatasan yang dirasakan oleh masyarakat. Khususnya, keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan untuk melanjutkan hidup. Karenanya, tetaplah tengok kanan-kiri, mulai dari lingkungan terdekat. Cari tahu, apakah ada yang bisa kita lakukan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga.

Ada Tanggapan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas