Jangan Mintai Warga! Itu Hina & Memalukan!

Tidak patut meminta imbalan kepada penerima bantuan. (Gambar ilustrasi: LatinX)

Panas rasanya hati ketika membaca berita ada oknum RT dan kelurahan yang meminta imbal balik kepada warga/masyarakat yang menerima bantuan sosial akibat Covid-19. “Tetapi itu tidak meminta, hanya menyampaikan kalau ada yang suka rela memberi, kalau tidak ada tidak jadi masalah, ini memang resiko pekerjaan RT, dan wajib melayani warganya,” ucap si Ketua RT. Yang konon diawali oleh permintaan oknum kelurahan.

Berita itulah yang memantik munculnya catatan ini. Catatan yang sudah hampir sangat jarang menggunakan kata atau kalimat yang lugas. Karena selama ini memang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan kalimat yang lebih halus dalam banyak kesempatan. Tapi kali ini tidak bisa menahan diri. Mohon maklum dan maaf. Cepat sekali naik darahku jika mendengar kejadian macam itu.

Sekarang, aku membuat catatan secara umum saja, bukan khusus soal berita itu. Catatan ini secara khusus ditujukan bagi kalian, yang sampai hati meminta imbal balik kepada mereka yang seharusnya menjadi penerima bantuan. Siapapun dan dimanapun kalian.

Bantuan sosial untuk warga yang tidak mampu, apapun nama bantuannya, berapapun jumlahnya, tidak layak untuk dimintai. Sungguh itu sangat memalukan lagi tercela!!! Dengan cara apapun, baik cara halus apalagi kasar. Sekalipun dengan cara bercanda. Kadang kala cara bercanda juga bisa dijadikan pembungkus maksud yang sesungguhnya. Pada prinsipnya, akal dan hati ini tidak sanggup mencerna, kenapa ada yang sampai hati meminta kepada orang yang justru berada dalam posisi menerima bantuan.

Siapapun kalian, pada tingkat apapun kalian, yang meminta imbalan kepada para penerima bantuan, terlebih lagi kalian yang dengan sengaja memotong bantuan bagi warga yang tidak mampu untuk kepentingan pribadi, atau memuaskan hajat sendiri, percayalah, kalian hanya layak menyandang derajat sebagai orang-orang yang hina. Walau kalian dibungkus dengan pakaian semahal apapun. Tidak ada gunanya. Karena ketika kalian bercermin, kalian tidak bisa membohongi diri sendiri.

Jika kalian pandang pengemis itu rendah karena meminta-minta, tapi setidaknya mereka meminta kepada orang yang mampu. Sementara kalian, yang memintai penerima bantuan? Mau di tingkat serendah apalagi meletakkan kalian? Kerak bumi ini masih kurang rendah untuk meletakkan derajat kalian.

Jika kalian masih hidup, bersyukurlah, karena masih ada waktu untuk melakukan hal yang benar. Untuk kembali sadar. Jika memang mau sadar. Akupun turut mendoakan agar kalian menyadari kekeliruan itu, dan menebusnya dengan segala bentuk kebaikan yang bisa kalian lakukan. Namun jika tak mau sadar, percayalah, kematian lebih baik bagi kalian, agar tidak semakin banyak kehinaan lain yang kalian buat, dan tidak semakin banyak pula caci maki yang mungkin kuungkapkan.

Kepada kalian, jika ada.

3 tanggapan pada “Jangan Mintai Warga! Itu Hina & Memalukan!”

  1. Mahdi Khasmir

    setuju pak, karena memang sebagian ketua RT ada yg begitu
    bukan nya memfitnah ketua RT, karena ulun pun posisi sebagai ketua RT juga

    terima kasih atas pesan dan pengetahuan ini

Ada Tanggapan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas