Ini gara-gara di beranda YouTube dalam pekan ini, muncul rekomendasi video reaksi. Isinya, orang-orang, atau para reaktor, yang nonton videonya Tom Jones saat membawakan lagu yang berjudul (It Looks Like) I’ll Never Fall in Love Again. Iseng-iseng coba cari di YouTube dengan kata kunci “tom jones reaction”, ternyata hasilnya ya begitu juga. Merujuk ke lagu itu. Sedikit sekali yang lain. Lah kok?
Selidik punya selidik, kemungkinan besar lagu tersebut muncul kembali akibat sebuah video kontes The Voice di Inggris dipublikasikan sekitar tiga pekan lalu. Pesertanya, Peter Donegan bin Lonnie Donegan. Lonnie, adalah penulis lagu (It Looks Like) I’ll Never Fall In Love Again, bersama dengan Jimmie Currie, dan membawakannya pada 1962. Kemudian dibawakan kembali, dicover oleh Tom Jones (1967).
Untuk urusan lagu, mungkin sudah sangat lama urusan cover-mengcover itu dilakukan. Tidak hanya cover, tapi juga adaptasi. Elvis Presley dan Whitney Houston misalnya, banyak juga membawakan lagu cover yang kemudian booming luar biasa versi mereka. Kalau di Indonesia, yang terkenal membawakan lagu lama, Yuni Shara.
Kadang saking suksesnya versi cover, tak jarang orang tidak tahu siapa penyanyi asli atau yang pertama membawakannya. Bisa jadi itu karena waktu. Saking lama selisih waktu antara versi awal dan kemudian. Walau tidak selalu begitu. Misalnya lagu You Raise Me Up, mungkin banyak yang dikepalanya yang langsung muncul adalah Josh Groban (2003). Versi originalnya dibawakan oleh Secret Garden (2001). Tidak selisih lama.
Meledaknya versi cover, bisa jadi juga karena trend yang ada pada saat berkenaan. Pada saat trend R&B, Joose pada 1997 mengcover lagu If Tomorrow Never Comes, bergenre R&B. Kemudian Ronan Keating pada 2002 merilis versi pop. Aslinya bergenre country, dibawakan Garth Brooks pada 1989. Lagu ini dicover lebih dari 40 versi. Masih sedikit. You Raise Me Up, itu dicover lebih dari 150.
Tapi jumlah itu belum apa-apa jika dibandingkan dengan misalnya lagu “Yesterday” (The Beatles, 1965), dengan lebih dari 1.000 versi cover/adaptasi yang direkam. Atau lagi “Stille Nacht, Heilige Nacht” (Franz Gruber, Joseph Mohr, 1818). Itu lebih dari 3300 versi. Versi yang lebih dikenal, judul adaptasinya “Silent Night”. Tentu saja yang dimaksud ini adalah cover/adaptasi resmi.
Sebelum melantur lebih jauh, kembali ke gara-gara Tom Jones. Beberapa hari terakhir ini jadi intens mendengar kembali lagu-lagu lama, oldies. Selain Tom Jones, ada Matt Monro, yang dulu tahu dari paman. Ada juga dari Andy Williams dan Engelbert Humperdinck, dll. Memang, sebagian dari lagu-lagu yang mereka bawakan adalah dari era sebelum dilahirkan. Seperti For Mama (Matt Monro, 1964) yang merupakan adaptasi lagu Perancis berjudul La Mamma (1963). Tapi karena masa aktif yang lama, ada juga lagu yang dipublish pada jaman remaja. Misalnya How I Love You (1993), yang merupakan adaptasi dari lagu Porque yo te Amo (1968).
Ujungnya makin sadar, semakin banyak angka tahun, semakin sedikit lagu yang dikenal dan disukai. Kenal atau tahu saja tidak, apalah lagi suka. Ini tahun 2021 sudah masuk paruh kedua, tidak satupun tahu lagu yang dirilis pada tahun ini. Tetap lebih suka lagu-lagu lama. Agak terhenti pada dekade 90-an, walau terus sedikit awal 2000an.
Selera memang subyektif. Perasaan juga. Perilaku lidah dan kuping mungkin agak-agak mirip. Bisa jadi, (sepertinya) aku takkan pernah jatuh cinta lagi. Setidaknya, sulit untuk itu. Seperti kata Tom Jones, (It Looks Like) I’ll Never Fall In Love Again….



Tinggalkan sebuah Komentar