Permohonan Sederhana Perihal Tidur

Ilustrasi Tidur
Bisa tidur nyenyak adalah anugerah yang indah. Bagaiama dengan penyebabnya?

Pada suatu dini hari, yang ketika itu bertepatan dengan hari Jumat tanggal 1 Februari 2019. Banjarbaru saat itu terasa cukup gerah. Entah kenapa ketika itu sedang terpikirkan perihal sesuatu yang mungkin bagi banyak orang adalah biasa. Yakni perihal tidur. Sesuatu yang juga kemudian membuat menuliskan dua pikiran tentang tidur.

Apa yang terpikirkan pertama adalah, apakah mungkin ada orang yang bisa tidur dengan nyenyak dan lega, sementara begitu banyak beban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Mungkin saja ada. Bisa jadi karena orang tersebut memiliki kemampuan untuk mengelola diri dengan baik, sehingga segala persoalan tidak mempengaruhi. Tapi celakalah jika itu disebabkan oleh tidak pernah memikirkan tanggung jawabnya.

Maka untuk mengetahui perbedaannya, lihatlah kesehariannya. Cermati bagaimana seseorang itu melaksanakan tugasnya. Jika berjalan sebagaimana mestinya, maka itu karena kemungkinan pertama. Tapi jika sebaliknya, maka bisa jadi karena faktor yang kedua. Oleh sebab itu…

Memohonlah kepada Tuhan, agar menjauhkan diri kita dari menjadi orang yang bisa tidur nyenyak tanpa beban, karena memang tidak pernah memikirkan dan berusaha melaksanakan tanggung jawab sebaik-baiknya.

Apa yang terpikirkan kemudian adalah, bagaimana jika seseorang menyadari bahwa beban tanggung jawab yang diterima melebihi kemampuannya? Bagi yang percaya dan yakin Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang melebihi kemampuan seseorang, maka hal itu tidak akan ada masalah. Keyakinan itu akan menjadi penolong. Belum mampu bukan berarti tidak mampu. Oleh sebab itu…

Memohonlah kepada Tuhan, dan berusahalah, agar diri kita menjadi orang yang mampu memikirkan dan selalu berusaha berbuat yang terbaik atas tanggung jawab yang diemban. Sehingga wajar bisa tidur enak tanpa beban.

Saat itu, kedua kutipan tersebut di atas ditulis melalui Tumblr. Layanan yang digunakan jika sesekali ingin menuliskan sesuatu dalam bentuk lain. Sebab itulah jadi ingat waktunya, dan ingat apa yang dituliskan. Apa yang melatar belakanginya bisa diingat. Sebagaimana kata Caius Titus, “Verba Volant, Scripta Manent”.

Kali ini ditambahkan golongan ketiga. Yakni orang yang bisa tidur nyenyak karena tidak pernah memikirkan tugas dan kewajiban, juga tidak pernah sadar bahwa dirinya belum memiliki kemampuan. Sudah begitu, tidak pula mau berusaha untuk meningkatkan kemampuan. Kira-kira, bagaimana baiknya terhadap golongan manusia yang seperti ini?

Mungkin yang terbaik untuk sementara adalah: didoakan!

Salam,

Mhd Wahyu NZ

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Gulir Ke Atas