Tidak ada rasa senang pada lewat dini hari ini yang melebihi ketika mengetahui bahwa jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru mulai menaruh perhatian pada anak-anak yang menjadi yatim piatu karena kehilangan kedua orang tua akibat pandemi. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Pak Said bersama jajaran kemarin mengunjungi keluarga Alm. Dwi Kustianto.
Karena memang, keluarga itulah yang tempo hari diceritakan, tentang 4 orang anak yang terpaksa menjadi yatim piatu. Dwi Kustianto (Alm.) adalah kawan sekolah adik. Yang kemudian membuat terpikir, bahwa harus ada perhatian dan solusi yang terstruktur dan sistematis untuk menyikapinya. Tidak bisa mengandalkan solusi sporadis semata. (Selengkapnya bisa baca surat terbuka ini.)
Karenanya, mengiringi rasa senang yang dirasakan, saya menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah mulai dilakukan oleh jajaran Pemko Banjarbaru yang sudah mulai memberikan perhatian kepada masalah seperti ini.
Perhatian adalah hal mendasar yang teramat penting. Mustahil rasanya melakukan sesuatu secara maksimal tanpa adanya perhatian.
Tanpa harus subyektif, saya sangat percaya bahwa Pak Said sebagai pribadi memiliki atensi besar untuk hal-hal kemanusiaan. Semoga yang lain juga.
Sampai saat ini, setidaknya sepengetahuan saya ada 9 (sembilan) orang anak yang terpaksa menjadi yatim piatu di Kota Banjarbaru karena kedua orang tuanya menjadi korban COVID-19. Entah berapa banyak yang belum diketahui. Semoga tidak bertambah lagi. Semoga semuanya mendapatkan perhatian yang sama.
Dalam beberapa waktu terakhir, sudah ada beberapa daerah di luar Kalimantan menyampaikan kebijakannya terkait hal sejenis. Ada yang memberikan beasiswa hingga lulus SMA, ada yang menugaskan psikolog untuk melakukan pendampingan, dan lain-lain. Kota Banjarbaru sudah mulai. Alhamdulillah.
Kementerian Sosial kabarnya juga sedang menggodok skema pemberian bantuan kepada anak-anak yang telah menjadi yatim piatu karena orang tuanya menjadi korban pandemi. Data terbaru dari Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, hingga 20 Juli 2021, ada 11.045 anak menjadi yatim piatu.
Maka atas segala usaha-usaha baik yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh siapa pun, kita doakan semoga senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT. Silakan juga bagi siapa saja yang ingin melakukan sesuatu sesuai kemampuan. Tuhan tak pernah tidur, tak akan lupa, dan Maha Mengetahui.




Tinggalkan sebuah Komentar