SMS Sebagai Bukti Sudah Divaksinasi

Program vaksinasi COVID-19
Saat ini sudah divaksinasi menjadi salah satu syarat untuk beberapa hal. covid19.go.id

Saat ini sudah menerima vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu persyaratan untuk sejumlah hal. Terutama sekali untuk melakukan perjalanan. Meski rasanya tidak akan mungkin menjadikan vaksinasi sebagai sebuah syarat administrasi untuk berbagai keperluan. Orang-orang juga sudah ramai yang mencetak sertifikat vaksin, walau tidak dianjurkan.

Saya sendiri memang mencetak kartu dan sertifikat vaksinasi. Tapi cukup mencetak di kertas, pakai printer. Lalu dimasukkan amplop dan disimpan di kendaraan, agar selalu dibawa jika sedang melakukan perjalanan. Tapi memang belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi, namun sudah register dan punya akunnya.

Setelah memperlihatkan kartu vaksinasi, kemudian berkembang dengan menggunakan aplikasi, maka mungkinkah menjadikan SMS sebagai salah satu bukti bahwa seseorang sudah menerima vaksinasi?

Kenapa tidak? Normalnya, setiap orang yang sudah menerima vaksinasi akan menerima sebuah SMS pemberitahuan dari nomor 1199. 1199 adalah nomor yang akan mengirimkanĀ tautan sertifikat vaksin Covid-19 agar bisa dilihat maupun diunduh. Sebagai contoh, berikut adalah SMS yang diterima begitu selesai menerima vaksinasi kedua pada awal Mei tempo hari:

Sertifikat vaksinasi ke-2 Muhammad Wahyu ********** (NIK: ***********) tersedia di https://*** atau akses lebih mudah lewat aplikasi PeduliLindungi di PlayStore dan AppStore.

Mungkin termasuk beruntung, karena kemarin menerima SMS dari 1199 untuk vaksinasi pertama dan kedua. Karena memang ada yang belum menerima SMS tersebut. Bisa jadi itu karena persoalan teknis. Entah. Bagi yang tidak atau belum menerima SMS dari 1199, masih ada cara lain untuk mendapatkan sertifikat itu. Tapi saya tidak tahu soal SMS-nya.

Terlepas dari menerima SMS atau tidak, tapi rasanya cukup layak menjadikan SMS dari 1199 tersebut sebagai sebuah bukti seseorang sudah menerima vaksinasi. Karena SMS tersebut tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Sehingga kemungkinan pemalsuannya pasti tidak akan sebagaimana cetak kartu dan sertifikat biasa.

Jadilah Donor Plasma Konvalesen

Selain itu, SMS juga tidak akan terkendala koneksi internet. Karena menggunakan aplikasi tentu perlu data internet. Data yang dipergunakan juga lumayan, karena aplikasi tersebut terus-menerus meminta akses lokasi. Ya itu memang sesuai dengan peruntukan aplikasinya. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak punya ponsel yang bisa pasang aplikasi?

Atau, sudah pakai aplikasi, tapi lagi sial data internet habis, atau jaringan internetnya down? Sementara pada saat itu harus menunjukkan bukti sudah divaksinasi. Maka kemudian adalah masuk akal juga menjadikan SMS dari 1199 sebagai salah satu bukti. Lagi pula SMS itu juga terhubung dengan PeduliLindungi. Bukan sumber abal-abal.

Itulah yang sedang ada di pikiran. Sore ini, di Banjarbaru yang sedang lumayan gerah.

Salam,

Mhd Wahyu NZ

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Gulir Ke Atas