Beranda Doa, Dinding Duka Cita

Sudah cukup lama saya tidak mengaktifkan profile facebook. Jelas lebih dari setahun. Tentu saja dengan berbagai alasan yang melatarinya. Akun yang aktif hanyalah halaman facebook, yang dioperasikan menggunakan sebuah akun profile yang sama sekali ‘tidak memiliki teman’. Akun yang memang dibikin khusus untuk itu. Karena juga perlu untuk ngecek akun media sosial lembaga. Sesekali saja posting di sana. Karena sekarang sudah ada admin khusus.

Saya merasa tetap tenang dan tetap bahagia. Tidak ada masalah apapun dengan tidak mengaktifkan profil. Tapi hari ini menjadi berbeda. Hari ini, Ahad 25 Juli 2021 tiba-tiba saja merasa ingin membuka akun profil yang telah dinonaktifkan itu. Tentu diperlukan login untuk itu, dan akun akan kembali aktif. Hanya saja ini bukan soal teknis mengaktifkan atau menonaktifkan sebuah akun facebook. Melainkan apa yang melatarinya.

Sebulan terakhir ini, beberapa orang kerabat, sahabat, maupun kenalan telah menemui takdir terakhirnya. Semua dengan penyebab yang sama, karena terpapar COVID-19. Baik yang ada di Kalimantan Selatan, bahkan tak jauh dari rumah, maupun yang ada di luar pulau Kalimantan. Begitulah. Satu per satu mereka pergi, dan takkan mungkin kembali.

Bahkan hari ini, sedari pagi hingga siang ini. Kembali mendapatkan kabar untuk beberapa nama mereka yang saya kenal, ada yang berinteraksi dengannya, ternyata juga sudah berpulang. Ada yang tadi malam, ada yang tadi pagi. Maut memang salah satu rahasia Tuhan. Selain jodoh dan rezeki. Jika tiba waktunya, tak ada satupun yang bisa menghindarinya. Yakinlah, sudah pasti akan tiba giliran kita. Hanya saja kita tak tahu kapan masa itu tiba.

Lalu kemudian, dengan diawali dugaan tertentu, jadilah kembali membuka dan masuk ke akun profil facebook. Benar dugaan. Banyak sekali ucapan duka cita dan doa yang menyertainya. Ucapan dan doa yang ditujukan kepada mereka yang baru saja berpulang. Mungkin kerabat, mungkin sahabat, mungkin kenalan. Sepanjang menggunakan media sosial, kali inilah menjumpai hal seperti itu.

Dinding facebook, seolah menjadi dinding duka cita. Berandanya, seolah menjadi beranda untaian doa. Entah apa yang menjadi perantara akhir usia setiap mereka yang ditujukan doa-doa itu. Hanya teringat ucapan seorang kawan, baru-baru ini juga. “Jika melihat data dan memperhatikan perilaku masyarakat, mungkin pandemi di sini tidak parah. Hanya saja, aku sekarang mendengar sirine ambulans yang jauh lebih sering dari biasanya,” begitu lebih kurangnya seorang kawan bercerita tentang daerahnya.

“Ya Allah, ampunilah mereka, kasihilah mereka, berilah mereka kekuatan, maafkanlah mereka, dan tempatkanlah mereka di tempat yang mulia, yaitu surga-Mu. Demikian pula hendaknya kepada kami, jika tiba masa kami kembali kepada-Mu”.

Lalu… akun profil itupun kembali dinonaktifkan.

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti ยป Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas