Lisa dan Wartono perlu mengkonsolidasikan banyak aspek untuk dapat memastikan jalannya pemerintahan dengan baik.

Tantangan Perdana Bagi Lisa-Wartono

Tinggal selangkah lagi, Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2024 akan benar-benar selesai, yakni menunggu pelantikan Erna Lisa Halaby dan Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru. Setuju atau tidak, suka mau pun tidak, semua itu sudah selesai. Semua orang akan kembali kepada urusannya masing-masing. Tapi tidak bagi Lisa dan Wartono, yang baru saja terbuka pintu mereka berdua untuk membuktikan diri.

Beban pembuktian memang lebih berat berada di pundak Lisa Halaby. Sebab ia akan menjadi orang nomor 1 (satu) di Pemerintah Kota Banjarbaru yang notabene akan mengemban tanggung jawab puncak. Wartono sebagai wakilnya hanya akan menerima peranan yang diberikan. Kecuali pembagian itu sudah tuntas dalam kesepakatan awal yang biasanya terjadi dalam ruang terbatas sebelum pencalonan.

Namun demikian, seumpama pun sudah terdapat kesepakatan, bukanlah hal yang aneh jika kemudian kepala daerah yang telah dilantik akan menyimpangi kesepakatan dan mengambil jalannya sendiri. Karenanya, untuk soal ini, tentu saja mayoritas kita hanya dapat berkata wallahua’lam.

Seyogyanya dalam masa seperti ini sudah tidak perlu lagi euforia kemenangan. Banjarbaru memulai dengan terlambat, karena Pilkada yang berantakan sehingga bahkan harus menjalani Pemungutan Suara Ulang (PSU). Saat ini adalah saat-saat krusial bagi Lisa-Wartono untuk melakukan konsolidasi internal.

Ya, itulah tantangan perdana yang perlu diselesaikan oleh Lisa-Wartono. Pasangan ini perlu mengkonsolidasikan banyak aspek untuk dapat memastikan jalannya pemerintahan dengan baik. Tentu saja termasuk untuk mewujudkan apa-apa yang telah dijanjikan kepada Kota Banjarbaru.

Tidak bisa dinafikan akan banyak kepentingan yang coba mendapat dan merapat kepada Lisa-Wartono, terutama sekali kepada Lisa sebagai orang nomor satu. Ini adalah hukum alam, ada gula ada semut. Pertanyaannya kemudian apakah Lisa mampu menyeleksi seluruh kepentingan tersebut. Untuk ini, kita cukup berkata, “Waktu dan tempat dipersilakan. Ini kesempatan untuk memilah dan memilih.”

Tantangan perdana yang dihadapi oleh Lisa-Wartono tersebut baru sebatas konsolidasi pada lingkup internal, masih belum melebar ke lingkup Pemko Banjarbaru. Apa yang harus dihadapi atas kedua hal tersebut juga berbeda. Untuk konsolidasi internal tim mungkin ada “ucapan terima kasih” yang akan menjadi pertimbangan.

Untuk itu, dalam bahasa yang lugas disampaikan, “Berhati-hatilah memilih mereka yang berada di lingkaran terdekat. Mereka yang terdekat, adalah yang paling potensial dan memiliki akses terbaik untuk memberikan kebaikan atau pun mudarat. Gunakan waktu yang ada ini dengan maksimal. Karena waktu tidak akan memutuskan. Ia hanya memberikan kesempatan dan kesaksian.”

Karenanya, waktu dan tempat dipersilakan.

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti » Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas