Akhirnya, kekhawatiran saya yang pernah tertuliskan pada alinea kedua dari akhir tentang sosialisasi program konversi minyak tanah ke elpiji di Banjarbaru terbukti! Sebuah koran ini hari memberitakan kelakukan para sales selang dan regulator LPG itu.
Mohon maaf sebelumnya, saya tidak menemukan kata atau sebutan lain yang sesuai dengan apa yang ada pada kepala saya untuk mereka itu, kecuali sebagaimana yang tertera pada judul, mereka memang kurang ajar! Lagi pula, untuk hal macam ini saya tak suka berhalus kata. Mau tuntut saya ke pengadilan juga silakan!
Sebelumnya, saya senang baca berita, bahwa Pemko Banjarbaru kini sering memberikan sosialisasi dalam bentuk edukasi tentang penggunaan gas elpiji secara langsung kepada calon pengguna. Bahkan, tak kurang dari Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor turut serta memberikan penjelasan secara langsung cara penggunaan elpiji, yang membuat saya curiga, kalau Pak Ruzaidin ini juga gemar masak di dapur.
Sialnya kemudian, sejumlah sales memanfaatkan momen konversi ini untuk keliling pada mereka yang menerima program konversi. Modusnya mengaku sebagai bagian petugas tim sosialisai program konversi, melakukan pemeriksaan, dan ujung²nya meminta masyarakat untuk beli produk mereka, selang dan/atau regulator gas!
Ketua Satgas Konversi Gas Elpiji Kota Banjarbaru sendiri juga mengakui adanya hal tersebut, dan modus itu ternyata sudah berulang.
Memanfaatkan ketidakmengertian dan ketakutan pengguna baru elpiji, mereka berusaha untuk mengeruk keuntungan. Ini berbeda dengan orang yang tidak tau apa penyakitnya, tapi rela untuk bayar dokter. Jauh berbeda. Para sales yang menjalankan modus itu memang kurang ajar.
Mereka yang sudah lama menggunakan elpiji saja, masih ada saja yang tertipu dengan modus macam itu, apalah lagi ini mereka pengguna baru, yang akibat pemberitaan gas meledak, rasa takutnya mungkin melebihi ambang rasional tapi wajar.
Karenanya, bagi kalian… ya… kalian, para sales selang dan regulator elpiji, yang menggunakan momen konversi untuk menakut-nakuti masyarakat awam, saya mohon hentikan. Kapasitas saya menghimbau ini adalah sebagai pribadi dan sesama manusia. Sudah cukup polah kurang ajar itu kalian lakukan, jangan teruskan. Kalian kawan²ku yang bukan sales itu, dapat acuhkan himbauan ini.
Jika masih diteruskan modus semacam itu, maka saya yakin seyakin-yakinnya, gaji dan bonus yang kalian kejar dan dapatkan itu tidak akan pernah menjadi apapun! Percayalah!
Jika kalian dan bos kalian merasa hal itu wajar dan tidak apa² untuk dilakukan, yang penting untung, maka saya hanya bisa berdoa, semoga gas atau kompor minyak tanah yang kalian gunakan di rumahlah yang meledak!!! tapi apinya tidak sampai ke rumah tetangga.
Permohonan maaf saya atas penggunaan kata yang mungkin dinilai kasar, untuk para sales itu, tapi bukan pada kawan² & pembaca umum. Saya hanya mencoba apa adanya, untuk hal macam ini memang tidak suka pakai penghalus.
Kepada Satgas Konversi Gas Elpiji Kota Banjarbaru, saya harap, jangan sekedar menghimbau masyarakat untuk waspada, tapi sediakan hotline! Saluran telpon yang dapat masyarakat gunakan untuk bertanya atau melaporkan hal macam ini. Kalau tidak mau pakai telpon pribadi, beli saja handset yang murah yang ada. Hanya untuk masa sosialisasi ini. Lagi pula, saya yakin, sudah banyak masyarakat pengguna baru elpiji itu yang punya ponsel, baik GSM atau CDMA. Kalau hotline itu sudah ada, terima kasih & bagus, tapi sosialisasikanlah!
Untuk kawan², mudahan nanti lusa, kalau ingat saya akan cerita bagaimana saya pernah iseng garap para sales gas dan regulator elpiji yang datang ke rumah saya, sehingga mereka kesal dan menunjukkan wajah mangkel.
Referensi berita:
Harian Radar Banjarmasin, Hal. 10 | Judul: Waspadai Petugas Gadungan.



Tinggalkan Balasan ke tunsa Batalkan Balasan