Sangat mungkin akan ada yang berpendapat bahwa ini terlalu kasar. Pesan yang disampaikan pada sebuah spanduk peringatan yang terpasang pada sebuah dinding sebagaimana foto di atas. Berbunyi: OH BANGSAT BUKA LEBAR LEBAR MATAMU DI SINI BUKAN TEMPAT BUANG SAMPAH.
Sebagai gambaran, spanduk itu terpasang di samping sebuah jembatan yang melintang di atas sebuah kali atau sungai kecil. Kami dulu menyebutnya sebagai guntung. Lokasinya pada sebuah gang di wilayah Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara. Foto itu sendiri diambil pada Kamis (26/06/2025) pagi, pukul 09:19:40 Wita. sengaja lewat jembatan itu, tak sengaja kemudian melihat spanduk itu.
Terus terang sebelumnya memang telah mendengar selentingan kabar tentang adanya sebuah spanduk. Itu saat menonton pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan China. Tapi tidak tahu persisnya. Setelah kemarin pagi melihat itu, langsung teringat, bahwa tampaknya spanduk itulah yang tempo hari dibicarakan oleh Ketua RT.
Responsku saat itu juga sama sebagai saat ini, mungkin memang sudah seharusnya keras. Sebab untuk perkara manusia-manusia yang buang sampah sembarangan itu tidak sekali dua didengar. Termasuk juga berbagai macam solusi yang diambil oleh warga sekitar yang menjadi korban.
Sekali waktu seorang kawan pernah bercerita, bahwa ada tanah kosong di dekat rumahnya dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh orang luar wilayah mereka. Akhirnya mereka pasang spanduk peringatan, namun tidak mempan. Kemudian warga sekitar mengadakan piket.
Piket untuk menjaga dan memperhatikan jika ada yang buah sampah lagi. Jika ada yang tertangkap, maka sampah akan dikembalikan kepada mereka yang membuang. Jika yang membuang pakai mobil, maka sampahnya akan dilemparkan kembali ke dalam mobilnya. Kubilang itu bagus!
Ada pula yang mengambil tindakan yang berbeda ketika spanduk itu sudah tidak mempan. Solusinya sedikit kocak, tapi paten. Warga sekitar membuat gundukan pada wilayah yang dijadikan pembuangan sampah sembarangan, lalu diberikan nisan. Seolah-olah itu sebuah kuburan. Kubilang itu cerdas!
Kali lain, ada seorang kenalan yang halaman rumahnya dijadikan tempat membuang sampah oleh seseorang. Sialnya si pelaku tidak sadar wajahnya terekam CCTV. Karena dikenali, maka si empunya rumah, kenalanku itu, membawa sampahnya dan mengembalikan ke rumah pelaku. Kubilang itu mantap!
Kembali ke spanduk di atas, memang sementara pihak mengatakan itu kasar. Tapi mari pikirkan sejenak, fokusnya bukan pada soal kasar atau tidak bahasa pesan yang digunakan. Tapi cobalah membayangkan, kenapa sampai menggunakan bahasa yang seperti itu. Bisa jadi karena si pemasang spanduk sudah lelah. Sudah berkali-kali mengingatkan dengan sopan dan halus, tapi bebal.
Karena bebal, maka perilakunya membuang sampah sembarangan itu pasti akan dilakukan berulang. Itu kemudian menjadi tabiat. Apa yang dilakukan juga buruk atau sangat tidak baik, dengan kata lain adalah jahat. Orang yang bertabiat jahat, dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai bangsat.
Sehingga jika ditinjau dari diksi yang digunakan, juga tidak ada masalah, masih sesuai dengan konteks. Hanya soal penulisan “DISINI” saja yang keliru, harusnya penulisan awalan DI ditulis terpisah, yakni “DI SINI”. Soal ini sekadar intermeso. Terpenting, aku sangat setuju dengan pesannya. Kubilang itu sip!
Sikap yang diambil pun harusnya sederhana saja. Kalau tidak mau disebut bangsat, ya jangan buang sampah sembarangan. Biarkan saja spanduk itu, bahkan kalau perlu, memakai istilah yang digunakan oleh orang sekarang: Tambahi lagi!



Tinggalkan sebuah Komentar