Pencarian yang dilakukan pada hari ini adalah melulu perihal oksigen. Pertama adalah berapa banyak oksigen yang diperlukan oleh rerata orang dewasa dalam sehari. Jawabannya bermacam-macam, memang tidak jumlah yang tetap, alias kondisional. Tapi yang jelas, banyak, bahkan sangat banyak. Baik dalam satuan berat atau volume.
Beberapa sumber menyebutkan angka spesifik, yakni 2.200 liter per hari. Angka ini sering disebut sebagai rata-rata kebutuhan oksigen manusia dewasa. Sementara beberapa sumber lain menyebutkan 2.880 liter per hari. Anggaplah 2.200 s.d. 2.880 liter dapat menjadi acuan kebutuhan oksigen rerata manusia dewasa per-hari.
Pencarian berikutnya yang dilakukan adalah berapa harga oksigen saat ini. Salah satu yang didapatkan untuk di wilayah yang dekat dengan tempat tinggal adalah lebih dari 1 juta rupiah untuk 1 meter kubik. Hitungannya, sudah pasti lebih dari 2 juta rupiah per-hari jika harus belanja kebutuhan oksigen manusia dewasa.
Tapi Tuhan memang Maha Baik. Suplai oksigen itu tersedia melalui mekanisme hukum alam. Tumbuhan hijau menghasilkan oksigen melalui fotosintesis. Sekitar 50-80% oksigen di Bumi berasal dari tumbuhan darat. Juga ada peran alga di perairan tawar, cyanobacteria (terutama di laut) yang menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, melengkapi kontribusi fitoplankton.
Pencarian berikutnya yang dilakukan adalah berapa kiranya jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon untuk setiap hari. Hasilnya, data spesifik mengenai ini sulit ditemukan karena produksi oksigen bervariasi tergantung pada faktor seperti ukuran pohon, luas daun, intensitas cahaya matahari, dan kondisi lingkungan.
Mengapa mencari itu semua?
Karena tadi siang membersihkan beberapa ranting pohon mangga di depan rumah yang berpotensi mengganggu jalan. Sehingga terpikir, karena dedaunan yang terpaksa ikut berkurang itu mau tidak mau juga akan mengurangi kemampuan fotosintesisnya. Pada akhirnya produksi oksigennya juga akan berkurang.
Sekelebat pikiran itu kemudian memicu prinsip lama yang berusaha tetap dipegang hingga saat ini, yakni semaksimal mungkin menanam pohon. Di halaman atau dalam pot. Pokoknya harus menanam pohon! Memang mustahil bisa mengganti sepenuhnya oksigen yang telah dinikmati selama ini. Minimal membantu.
Terasa terlalu egois jika hanya ingin menikmati dan menggunakan oksigen tanpa mau menanam sebatang pohon pun. Terasa begitu jahat jika menebang pohon tanpa mau mengganti.
Entah apa kata yang pas bagi yang sudahlah tidak menanam, menebang yang sudah ada tanpa ganti, menyuruh orang lain pula menebang pohon yang bukan miliknya, plus mencemooh soal pohon. Berhenti menggunakan oksigen saja mungkin lebih baik, daripada menjadi parasit bagi alam dan orang lain.



Tinggalkan sebuah Komentar