Jika saja tidak mengingat bahwa saat ini sudah lebih dari pukul 01.30 Wita, bisa jadi pecahnya tawa ini tidak akan ditahan, dan akan dibiarkan lepas begitu saja. Penyebabnya dapat dikatakan sederhana, akibat meminta asisten Akal Imitasi untuk membuat kesimpulan atas catatan tentang pisang goreng petis Mbah Dul ini.
Asisten AI yang digunakan adalah Gemini. Perintah yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
Buatlah kesimpulan dari tulisan yang terdapat pada halaman web berikut ini:
https://mwahyunz.id/pisang-goreng-petis-mbah-dul/
Namun sebelumnya perlu disampaikan, bahwa untuk dapat mengetahui kekeliruan lucu apa yang telah dibuat oleh Gemini, ada baiknya untuk membaca catatan tersebut sebelumnya. Agar lebih dapat memahami konteksnya, terkait dengan catatan ini.
Baiklah, berikut respons pertama yang diberikan oleh Gemini:

Sudah mengetahui di mana kekeliruannya? Pertama kali membaca hasil yang berikan, tentu saja reaksinya adalah terkejut. Kemudian berpikir, apakah hasil tersebut bisa dikoreksi. Maka dilakukanlah usaha koreksi sebagaimana hasil kedua berikut ini:

Pada hasil usaha koreksi itulah mulai merasakan hal yang lucu. Setidaknya Gemini sudah berusaha melakukan koreksi dan terdapat salah satu substansi yang berhasil identifikasi oleh Gemini. Tentu saja itu belum cukup. Maka diusahakanlah melakukan koreksi tahap kedua. Ini hasilnya:

Respons ketiga Gemini tampak sudah memberikan hasil yang jauh lebih baik. Walau masih ada detail yang tidak pas.
Hanya saja, apa yang dilakukan di atas dan kemudian menghasilkan tiga respons Gemini itu dilakukan kemarin. Sebab itulah pada tengah malam ini dicoba kembali. Karena penasaran, sehingga kemudian diberikan perintah yang sama sebagaimana pertama kali. Berikut respons yang dihasilkan:

Setelah membaca respons terkahir itulah tawa hampir pecah di tengah malam. Ternyata kembali lagi melakukan kekeliruan yang mirip dengan sebelumnya, padahal sudah dikasih tau. Semacam bebal 😆 Dus, kesalahan ini tidak lagi sebatas lucu, namun sudah menjadi sesuatu yang terasa konyol 😆
Untung saja Gemini dapat dikatakan sudah rendah hati dengan memberikan keterangan pada catatan kaki responsnya. Disebutkan bahwa “Gemini dapat membuat kesalahan, jadi periksa kembali responsnya“.
Ini sekadar sebuah contoh kecil, bagaimana aplikasi asisten obrolan AI tidak dapat diandalkan dan tidak dapat menjadi sumber informasi primer atau utama. Tetap diperlukan keterlibatan manusia untuk melakukan pemeriksaan ulang. Setidaknya untuk saat ini. Yang pasti, selamanya akan tetap sama, teknologi sekadar alat bantu.
Sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ada seseorang yang mengandalkan aplikasi sejenis untuk mendapatkan jawaban atau penjelasan atas hal-hal tertentu? Bisa jadi akan dijumpai banyak kekonyolan lain yang bahkan mungkin lebih dahsyat. Atau, jangan-jangan malah menjadi malapetaka.




Tinggalkan sebuah Komentar