Hasil Riset Vaksin CoronaVac (Sinovac) di Chili dan Turki

Pada waktu yang berdekatan, dua buah jurnal yang berbeda mempublikasikan hasil penelitian terkait vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac. Kedua penelitian tersebut dilakukan pada dua negara yang berbeda, pada waktu yang berbeda. Yakni di Chili dan Turki. Publikasi hasil riset tersebut dilakukan pada 7 dan 8 Juli 2021. Beberapa hari lalu.

Hasil Riset di Chili

Penelitian efektivitas vaksin CoronaVac (Sinovac) yang dilakukan di Chili dari 2 Februari hingga 1 Mei 2021 tersebut melibatkan sekitar 10,2 juta orang. Hasil riset telah dipublikasikan melalui The New England Journal of Medicine (NEJM), pada 7 Juli 2021 lalu, dengan judul: “Effectiveness of an Inactivated SARS-CoV-2 Vaccine in Chile“.

Hasil penelitian yang dilakukan di Chili tersebut, di antara orang-orang yang diimunisasi lengkap, memberikan hasil efektivitas vaksin sebagai berikut:

• 65,9% efektif mencegah tertular Covid-19;
• 87,5% efektif mencegah rawat inap;
• 90,3% efektif mencegah masuk ICU; dan
• 86,3% efektif mencegah kematian terkait Covid-19.

Chili

Sebagai catatan, The New England Journal of Medicine (NEJM) diakui sebagai jurnal medis terkemuka di dunia. Diterbitkan terus menerus selama lebih dari 200 tahun. Didirikan oleh John Collins Warren, seorang dokter yang berkolaborasi dengan rekannya James Jackson. Pada Januari 1812 menerbitkan edisi triwulanan pertama dengan nama New England Journal of Medicine and Surgery dan Collateral Branches of Medical Science (Boston).

Hasil Riset di Turki

Sementara itu, sebuah hasil penelitian di Turki juga baru dipublikasikan pada 8 Juli 2021 lalu. Publikasi berjudul “Efficacy and safety of an inactivated whole-virion SARS-CoV-2 vaccine (CoronaVac): interim results of a double-blind, randomised, placebo-controlled, phase 3 trial in Turkey” tersebut diterbitkan melalui The Lancet.

Penelitian yang didanai oleh Turkish Health Institutes Association itu memberikan hasil:

Pada populasi berusia 18–59 tahun, CoronaVac memiliki kemanjuran 83,5% untuk mencegah gejala COVID-19 dan hasil yang tinggi pula untuk mencegah keharusan dirawat inap terkait COVID-19. CoronaVac memiliki kemanjuran tinggi terhadap gejala COVID-19 yang dikonfirmasi PCR dengan profil keamanan dan tolerabilitas yang baik. Itu setidaknya 14 hari setelah pemberian dosis kedua.

Turki

Sebagai catatan tambahan, The Lancet dimulai sebagai jurnal medis umum mingguan internasional independen yang didirikan pada tahun 1823 oleh Thomas Wakley. Terbitan pertama The Lancet adalah pada 5 Oktober 1823.

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti » Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas