Mobil itu berhenti, dan tak lama kemudian turun seorang perempuan muda sambil memegang sebuah ponsel. Tak lama kemudian ia menyapa dan lanjut bertanya, “Apakah di sini benar rumah Bu ******?”. Jelas ia sedang mencari seseorang sembari menyebutkan nama orang yang dicarinya.
Jelas orang yang dicari tidak beralamat di rumah ini. Tak jauh, ada seseorang yang memiliki nama mirip. Namun untuk memastikan, ada baiknya ditanyakan kepadanya, “Mohon maaf, kalau boleh tahu alamat lengkapnya di mana?”. Perempuan itu kemudian melihat layar telepon pintarnya. Kemudian menjawab, “Titik lokasinya di sini.”
“Saya bertanya alamatnya. Alamat lengkap. Jalan atau kompleks apa, nomor berapa”, kembali menegaskan bahwa yang ditanyakan adalah alamat, bukan titik lokasi di aplikasi peta daring. Perempuan muda itu tampak bingung. Kemudian beranjak pergi dengan sebelumnya mengucapkan terima kasih.
Kejadian di atas adalah kejadian singkat. Kejadian yang sama sudah terjadi berulang kali. Tidak hanya di sini, juga dalam waktu dan pada tempat yang berbeda. Seseorang yang sedang mencari seseorang lainnya, tanpa mengetahui alamatnya. Hanya memiliki petunjuk arah dari sebuah aplikasi peta.
Pada kejadian yang berbeda, semisal sedang ingin mengunjungi seorang kawan yang belum pernah ke rumahnya, maka mau tak mau bertanya di mana alamat lengkapnya. Jawaban yang diterima justru tautan peta daring. Hei! Aku itu bertanya alamat dan bukan meminta peta. Biasanya sambil dongkol.
Alamat! Sebagaimana artinya dalam KBBI adalah “nama orang dan tempat yang menjadi tujuan surat; nama dan tempat tinggal seseorang;” tampaknya sudah tidak dimengerti lagi oleh sebagian orang. Penggunaan petunjuk lokasi pada aplikasi peta daring hanya sekadar alat bantu. Mengetahui alamat masih jauh penting dan terutama.
Secara umum akurasi titik lokasi peta daring adalah ±30 meter. Pada area tertentu, terutama dengan kepadatan rumah yang tinggi, hal ini bisa menjadi masalah. Alamat lebih detail. Nama jalan atau kompleks berikut nomor rumah, nomor RT/RW, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Seluruhnya jelas.
Berbekal alamat, bisa dicari -minimal lokasi terdekat- melalui peta daring. Tidak sebaliknya. Kecuali alamat tersebut sudah terpublikasi secara tepat dan detail. Untuk ini biasanya lebih mudah dan tepat jika dilakukan secara manual. Tidak mengandalkan titik lokasi yang diberikan oleh ponsel.
Hanya saja, jika ada yang masih bingung ketika ditanya alamat lengkap, jadi terpikir bahwa jangan-jangan yang bersangkutan tidak mengerti apa itu alamat. Jika memang ada yang sudah tidak mengerti apa yang dimaksud alamat, percayalah, itu sebuah alamat buruk. Aplikasi tidak akan mampu menolong.



Tinggalkan sebuah Komentar