Tadi sore mendapatkan panggilan dari nomor tak tersimpan, yakni +6282177231801 yang mengaku berasal dari kantor Telegram. Maksud dan tujuannya adalah akan memberikan pulsa sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah) kepadaku. Begitu katanya sih. 😆
Berikut sebagian rekaman pembicaraannya:
Sayangnya, begitu kucoba untuk menggoda, dianya malah menutup sambungan telepon 😆
Tapi biasanya jika mendapatkan telepon sejenis, maka prosedur standar tanggapanku adalah terdiri dari: menimbulkan kesan senang dan antusias mendapatkan hadiah; kesankan bingung mengikuti petunjuk; dan sebagai penutup adalah pengembalian. Semua itu bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Contoh penutup/pengembalian yang paling halus kulakukan adalah dengan bertanya, “Mas, apa tidak bosan berusaha menipu orang lain terus?”, atau pernah pula bertanya, “Mas, tidak apa-apa yang keluarganya dikasih makan duit haram hasil tipu-tipu?”. Cara pengembalian paling kasar yang pernah kulakukan adalah dengan berteriak an***g pada si penelepon.
Untuk kejadian terakhir ini, memang tidak bisa bermain-main lama, karena pada saat yang bersamaan juga harus pergi beli Mie Bancir. Abah sedang ingin makan itu. Kalau berlama-lama bercanda di telepon nanti malah terlambat beli dan keburu maghrib. Kalau malam biasanya lebih banyak orang, sementara saat ini harus menghindari kerumunan.
Sebagai pelajaran pentingnya:
- Gunakanlah fitur keamanan verifikasi dua langkah pada layanan yang dipergunakan. Tentu saja jika layanan tersebut memiliki fitur tersebut.
- Jangan pernah memberikan kode verifikasi kepada siapa pun.
- Jangan mudah kalap dengan iming-iming hadiah 😀



Tinggalkan sebuah Komentar