Obat pereda nyeri (analgesik) tidak mengatasi masalah yang sebenarnya, tetapi hanya meredakan gejala rasa sakitnya saja. Nyeri adalah sinyal penting dari tubuh, dan obat pereda nyeri bekerja dengan cara memblokir sinyal tersebut agar tidak sampai ke otak.
Tampaknya itulah langkah yang kompak diambil oleh beberapa pimpinan partai politik. Memberikan obat pereda nyeri atas perkembangan situasi yang terjadi di negeri ini.
Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari NasDem, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya) dari PAN, serta Adies Kadir dari Golkar telah dinonaktifkan oleh partai politiknya masing-masing sebagai anggota DPR RI.
Mereka dinonaktifkan karena ucapan atau tindakan yang dinilai tidak pantas oleh masing-masing pimpinan partai politiknya. Pun mungkin dianggap memicu eskalasi kemarahan publik.
Pertanyaan yang mendasar adalah, apakah ada status nonaktif bagi seorang anggota DPR? Terus terang, sampai saat ini tidak menemukan dasar hukum “status nonaktif” tersebut. Baik di UUD maupun undang-undang. Termasuk UU MD3.
Pimpinan DPR maupun partai politik dapat saja menyampaikan berbagai penjelasan mengapa dilakukan penonaktifan tersebut. Mulai dari menjawab tuntutan dan untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat, hingga menjaga muruah lembaga negara, DPR RI.
Juga tidak bisa disalahkan jika sebagian publik beranggapan penonaktifan tersebut sekadar mengatasi rasa nyeri sebagai akibat dari sesuatu yang jauh lebih besar dan mendasar. Pun tidak bisa dinafikan kemungkinan kelima orang yang dinonaktifkan tersebut merasa menjadi kambing hitam.
Bukan tanpa sebab jika telah disampaikan bahwa partai politik dan politisi memiliki kontribusi yang besar dalam hal ini. Bahkan itulah yang pertama kali disebutkan. Sebab partai politik dan politisi memiliki saham mayoritas dalam maju mundurnya sebuah negara.
Terlalu meremehkan jika menilai situasi yang terjadi saat ini hanya diakibatkan oleh kelima orang tersebut. Sepanjang partai politik dan politisi tidak melakukan evaluasi dan berbenah diri. Hal seperti ini akan terjadi berulang, dan akan terus membesar. Memakan banyak korban.
Hingga suatu saat, obat pereda nyeri tidak mampu lagi menjadi solusi.



Tinggalkan sebuah Komentar