Alhamdulillah, dua suspek Mpox di Kota Banjarbaru yang sempat muncul di pemberitaan ternyata sudah dinyatakan negatif. Karena bagaimana pun membaca informasi seperti itu membuat tidak nyaman. Bahkan sudah terpikir untuk mencari tahu apakah tersedia vaksinasi pencegahannya di Banjarbaru sini.
Untuk sementara, mencari informasi tentang Mpox dari sumber-sumber yang ada saja. Salah satunya adalah melalui laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO / World Health Organization) yang berada di bawah naungan PBB.
Berikut merupakan hasilnya, informasi tentang penyebaran serta tanda dan gejala Mpox. Sebagaimana disadur dari laman resmi WHO. Jika ternyata ada istilah yang tidak dipahami, berinisiatif dan berusahalah, cari informasi lebih lanjut secara mandiri atau lebih baik, tanyakan kepada tenaga medis.
Mpox, sebelumnya dikenal sebagai monkeypox atau cacar monyet, adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, spesies dari genus Orthopoxvirus. Mpox terus menjadi ancaman hari ini dengan meningkatnya kasus. Mpox dapat ditularkan melalui kontak dekat dengan seseorang yang memiliki mpox, dengan bahan yang terkontaminasi, atau dengan hewan yang terinfeksi.
Penyebaran Mpox
Mpox menyebar dari orang ke orang terutama melalui kontak dekat dengan seseorang yang memiliki mpox, termasuk anggota rumah tangga. Kontak dekat termasuk kontak kulit-ke-kulit (seperti menyentuh atau seks) dan kontak mulut-ke-mulut atau mulut-ke-kulit (seperti berciuman), dan itu juga dapat mencakup bertatap muka dengan seseorang yang memiliki mpox (seperti berbicara atau bernapas berdekatan satu sama lain, yang dapat menghasilkan partikel pernapasan menular).
Orang dengan banyak pasangan seksual berisiko lebih tinggi untuk mendapatkan mpox. Orang-orang juga dapat tertular mpox dari benda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau linen, melalui cedera jarum dalam perawatan kesehatan, atau dalam pengaturan komunitas seperti ruang tato.
Selama kehamilan atau kelahiran, virus dapat ditularkan ke bayi. Mengontrak mpox selama kehamilan bisa berbahaya bagi janin atau bayi yang baru lahir dan dapat menyebabkan hilangnya kehamilan, lahir mati, kematian bayi yang baru lahir, atau komplikasi bagi orang tua.
Penularan hewan-ke-manusia dari mpox terjadi dari hewan yang terinfeksi ke manusia dari gigitan atau goresan, atau selama kegiatan seperti berburu, menguliti, menjebak, memasak, bermain dengan bangkai atau memakan hewan. Reservoir hewan dari virus monkeypox tetap tidak diketahui dan studi lebih lanjut sedang dilakukan.
Diperlukan lebih banyak penelitian tentang bagaimana mpox menyebar selama wabah di pengaturan yang berbeda dan dalam kondisi yang berbeda.
Tanda dan Gejala Mpox
Mpox menyebabkan tanda dan gejala yang biasanya dimulai dalam seminggu tetapi dapat mulai 1–21 hari setelah paparan. Gejala biasanya berlangsung 2–4 minggu tetapi dapat bertahan lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Gejala umum mpox adalah:
- ruam
- demam
- sakit tenggorokan
- sakit kepala
- nyeri otot
- sakit punggung
- energi rendah
- pembengkakan kelenjar getah bening
Bagi sebagian orang, gejala pertama dari mpox adalah ruam, sementara yang lain mungkin mengalami demam, nyeri otot atau sakit tenggorokan terlebih dahulu.
Ruam mpox sering dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, meluas ke telapak tangan dan telapak kaki. Ini juga dapat dimulai pada bagian lain dari tubuh di mana kontak dilakukan, seperti alat kelamin. Ini dimulai sebagai sakit pipih, yang berkembang menjadi blister yang diisi dengan cairan yang mungkin gatal atau menyakitkan. Saat ruam sembuh, lesi mengering, berkerak dan jatuh.
Beberapa orang mungkin memiliki satu atau beberapa lesi kulit dan yang lain memiliki ratusan atau lebih. Ini dapat muncul di mana saja di tubuh termasuk:
- telapak tangan dan telapak kaki
- wajah, mulut dan tenggorokan
- area pangkal paha dan genital
- anus
Beberapa orang juga mengalami pembengkakan/peradangan rektum (proktitis) yang menyakitkan atau rasa sakit dan kesulitan saat kencing (disuria) atau ketika menelan.
Orang dengan mpox dapat menularkan penyakit kepada orang lain sampai semua luka sembuh dan lapisan kulit baru telah terbentuk. Beberapa orang dapat terinfeksi tanpa mengalami gejala apa pun. Meskipun mendapatkan mpox dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala telah dilaporkan, informasi masih terbatas pada seberapa umum itu.
Anak-anak, orang hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang yang hidup dengan HIV yang tidak terkontrol dengan baik, berisiko lebih tinggi untuk penyakit serius dan kematian karena komplikasi dari mpox.
Beberapa orang dengan mpox menjadi sangat sakit. Misalnya, kulit dapat terinfeksi bakteri, menyebabkan abses atau kerusakan kulit yang serius. Komplikasi lain termasuk pneumonia; infeksi kornea dengan kehilangan penglihatan; rasa sakit atau kesulitan menelan; muntah dan diare yang menyebabkan dehidrasi atau kekurangan gizi; dan infeksi darah (sepsis), otak (ensefalitis), jantung (miokarditis), rektum (proktitis), organ genital (balanitis) atau saluran kemih (uretritis). Mpox bisa berakibat fatal dalam beberapa kasus.



Tinggalkan sebuah Komentar