Sebuah pertanyaan meluncur dari seorang kawan melalui Telegram, Lagi viral di medsos si “wayahnya nang anum” dirujak netizen karena dugaan pelecehan seksual. Any comment, Bang?
Karena kawan yang bertanya itu menggunakan kode “wayahnya nang anum“, maka tentu saja perlu sedikit waktu untuk memory recall. Yup, itu adalah slogan kampanye salah seorang calon anggota DPD RI asal Kalsel pada Pemilu 2024. Muhammad Hidayattollah namanya. Dayat El panggilannya.
Muhammad Hidayattollah, S.Pd. kelahiran 05 Juni 1998, kemudian terpilih sebagai anggota DPD RI Periode 2024-2029 pada pemilu 2024 lalu dengan meraih 314.979 suara.
Atas pertanyaan kawan tersebut, disampaikanlah sedikit jawaban, “Apa yang dia andalkan dan jual adalah usia, bukan moral. Berhubung tidak mengetahui persis kasusnya (sebab tidak lagi main medsos), maka tidak bisa berkomentar lebih jauh. Apakah sudah melalui proses hukum?“
Informasi yang kemudian disampaikan balik adalah bahwa saat ini memang belum memasuki proses hukum resmi. Setakat adanya sejumlah korban yang sudah mulai berani berbicara. Selain itu, kabarnya terdapat sejumlah firma hukum yang membuka layanan bantuan hukum untuk para korban.
Karena sedikit rasa penasaran, akhirnya mencoba melakukan penelusuran laman-laman internet. Ternyata benar, banyak sekali tangkapan layar tentang hal terkait. Meski demikian, hal ini harus dibuat terang benderang terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, mengingat kedudukan Muhammad Hidayatulloh alias Dayat El sebagai anggota DPD RI yang notabene mewakili masyarakat Kalimantan Selatan wajib tampil ke publik dan memberikan klarifikasi atas persoalan ini. Jadinya memang mempertanyakan moral nang anum ini.
Aku tidak memiliki kepentingan politik apa pun, terlebih lagi dengan DPD. Kepentinganku sangat sederhana, yakni tidak berkenan Kalsel diwakili oleh orang berengsek. Karenanya Dayat El harus bisa membuktikan bahwa dia memang tidak bersalah. Jika memang tidak bersalah.
Sebaliknya, jika memang bersalah, maka bagiku pribadi ya sudah pasti aku nilai berengsek anak yang satu ini. Maka wayahnya nang anum untuk dapat membuktikan bahwa nang anum adalah seorang manusia yang memiliki komitmen moral dan integritas hebat. Caranya? Ya mengundurkan diri.
Selain itu, hormatku kepada mereka yang telah berani bersuara. Semakin salut jika kemudian mengambil langkah untuk memproses hal ini melalui jalur hukum. Keren. Semoga Tuhan YME selalu melindungi kalian. Demikian doaku.
Bagaimana, Dayat? Kamu memang berengsek atau tidak?



Tinggalkan sebuah Komentar