Desain awal ketika 'memaksa diri' belajar membuat fon sendiri.

Malah Jadi Belajar Membuat Fon

Jika ada yang memperhatikan, sebenarnya laman ini dalam beberapa waktu terakhir sudah beberapa kali berganti fon utama. Khususnya untuk konten catatan. Sesekali berganti fon untuk menu, baik primer maupun menu sekunder. Hanya saja perubahan fon pada menu lebih terlihat saat laman ini diakses menggunakan PC atau laptop.

Perubahan fon itu dilakukan karena memang ingin melakukan penyegaran agar tidak monoton. Setidaknya untuk diri sendiri. Ketika memilah dan memilih fon yang akan digunakan itulah kadang muncul permasalahan, selalu ada yang terasa kurang pas. Untung saja sudah sadar, bahwa memang tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan.

Sebenarnya parameter yang ditetapkan untuk fon yang akan digunakan secara umum tidak terlalu rumit. Yakni rapi, nyaman, dan memang cenderung condensed. Walau ada syarat khusus untuk beberapa huruf tertentu. Persoalan ini kemudian terkait dengan selera pribadi. Maka menjadi rumitlah ketika syarat umum dan khusus itu dipadukan.

Kemudian, pada beberapa hari terakhir ini sedang fokus membuat desain sebuah logo. Desain utamanya menggunakan huruf hijaiyah atau huruf arab. Logo utamanya sudah ±90% jadi atau selesai. Tinggal tersisa beberapa detail yang dirasa masih kurang pas dan kurang puas. Mungkin perlu sedikit waktu lagi.

Problem muncul ketika membuat teks yang akan ada bersama logo tersebut, dalam huruf latin. Inginnya, prinsip yang digunakan dalam gambar logo yang menggunakan huruf arab juga digunakan dalam huruf latin. Yakni karakter dasarnya, utamanya bentuk garis. Sehingga akan senada, nyaman. Tidak akan tubrukan ketika dipandang.

Sudah pula coba menggunakan fon yang tersedia. Nyatanya belum merasa puas. Sebuah sifat yang manusia sekali. Atau turunkan saja sedikit, yakni masih terasa kurang pas. Belum lagi persoalan hak cipta. Tidak seluruh fon yang bebas digunakan perorangan juga diizinkan pembuatnya untuk digunakan dalam kepentingan komersial.

Maka kemudian terbersit untuk mencoba melakukan sesuatu yang sampai saat ini tidak pernah dilakukan. Yakni membuat desain fon. Perihal akan diberikan nama apa fon itu, biarlah itu menjadi urusan belakangan. Untuk sementara mau menyelesaikan proses belajar membuat fon terlebih dahulu. Walau untuk itu harus belajar minimal dua hal, yakni membuat desain fon, dan mengubahnya menjadi berkas fon yang dapat dipasang atau instal.

Sebagaimana biasa, metode belajarnya otodidak. Bahkan ketika membuat catatan ini, baru sadar, bahwa harus menyediakan beberapa varian untuk fon yang sama. Tidak hanya varian huruf kapital dan non-kapital, namun juga varian bobot atau ketebalan fon. Tapi biarlah , itu urusan belakangan. Sementara selesaikan tahap awal dulu.

Pelajaran moralnya, kepepet, atau perasaan kurang pas atau kurang puas, dapat diubah menjadi sesuatu yang positif dan produktif. Modalnya utamanya adalah berpikir dan mau. Lalu, mau itu terbagi menjadi dua, yakni mau belajar jika belum bisa dan mau melakukan. Jangan lupa ucapkan kepada diri sendiri: Cemungud, Kaka

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti » Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas