Pelantikan Erna Lisa Halaby dan Wartono, yang dilaksanakan di Aula Ideham Chalid, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Sabtu 21/6/2025. (Foto: Media Center Banjarbaru)

(Jika) Wartono Mengundurkan Diri (Lagi)

Judul catatan ini tampak ribet, (Jika) Wartono Mengundurkan Diri (Lagi), entah sesuai dengan kaidah penulisan dalam Bahasa Indonesia atau tidak, tak dipikirkan. Hanya perlu ditegaskan bahwa ketika dibaca lengkap itu adalah sebuah hipotesis. Jika kedua kata dalam kurung dibuang, ia akan berubah menjadi sebuah fakta.

Catatan ini pada dasarnya ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang dikembangkan sendiri dengan berdasarkan kepada sejumlah fakta yang ada, analisis yang dibuat, dan asumsi yang dibangun. Beberapa pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengapa Erna Lisa Halaby ‘dipasangkan’ dengan Wartono?
  2. Apakah Wartono akan mengundurkan diri?
  3. Jika Wartono mundur, siapa yang akan menjadi pengganti?

Mengapa Wartono Dipasangkan Dengan Lisa

Kata kuncinya adalah ‘dipasangkan’, sebab untuk dapat meyakini bahwa Wartono merupakan murni hasil pilihan Lisa Halaby pribadi. Ada pihak tertentu yang menjodohkan pasangan tersebut. Tentu saja tidak sebagaimana sebagian warganet berusaha menjodohkan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Laos.

Pun tidak ada alasan rasional yang dapat menambah argumentasi pemilihan Wartono sebagai wakil, selain daripada menjadi vote getter untuk Pemilih dari komunitas Jawa di Banjarbaru yang jumlahnya lumayan. Sebuah langkah umum dalam politik pemilihan. Namun dalam konteks Kota Banjarbaru, hal tersebut sebenarnya sudah tidak relevan.

Berdasarkan data hasil beberapa penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada sebelumnya, bahkan hasil Pilkada 2024 sendiri mementahkan asumsi tersebut. Semakin jelas bahwa gagasan Wartono sebagai peraih suara ‘spesifik’ tersebut merupakan sesuatu yang sudah ketinggalan jaman. Sekadar menunjukkan bahwa penggagasnya tidak mempelajari atau tidak memahami data.

Artinya, secara umum Pemilih di Kota Banjarbaru tidak menjadikan faktor sentimen kesukuan sebagai alasan untuk memilih. Termasuk Pemilih dari komunitas suku Jawa, pun tidak menjadikan sentimen kesukuan untuk kemudian serta merta memilih Wartono (dan Lisa). Ada faktor pertimbangan lain yang mengalahkan sentimen primordial tersebut.

Jika memang posisi Wartono sedemikian, maka dapat dikatakan tugas Wartono sebenarnya sudah selesai. Terlepas dari apakah memang benar Wartono mampu mendongkrak perolehan suara dari basis Pemilih tertentu atau tidak, faktanya adalah Lisa sudah dilantik secara resmi menjadi Wali Kota Banjarbaru.

Apakah Wartono akan mengundurkan diri?

Entah dimulai oleh burung siapa, tapi faktanya terdapat kabar burung yang menyebutkan bahwa Wartono akan mengundurkan diri sebagai wakil wali kota mendampingi Lisa. Bahkan, sebagian kabar terasa lebih keras, dengan menyebutkan Wartono akan ‘diminta’ mengundurkan diri.

Kabar paling tajam bahkan menyebutkan tenggat waktu tertentu, yang hanya dalam hitungan bulan. Tentu saja dengan kompensasi senilai tertentu. Bahkan sampai dengan kemarin, kabar itu masih terdengar secara terbatas. Itu adalah faktanya. Kabar yang dibawa oleh beberapa orang dari lingkaran yang berbeda-beda.

Hal tersebut mungkin saja berkorelasi dengan posisi Wartono dalam Pilkada lalu, yakni hanya sebagai vote getter. Selain itu, terdapat permasalahan lain yang sudah banyak orang tahu. Masalah itu adalah soal kesehatan, rahasia umum yang tidak bisa ditutupi bahkan oleh gerhana matahari total. Dapat diasumsikan, itu akan menjadi alasan utama pengunduran dirinya.

Apakah Wartono benar akan mengundurkan diri atau tidak itu adalah soal lain, fakta sementara adalah memang terdapat sas-sus tentang itu. Jika ditanyakan kepada Bu War, sangat mungkin jawaban beliau adalah tidak akan.

Jika merujuk kepada Pasal 66 ayat 4 UU Nomor 9 Tahun 2019, diatur bahwa “Wakil kepala daerah wajib melaksanakan tugas bersama kepala daerah hingga akhir masa jabatan”. Namun itu bisa pula dimaknai dalam keadaan normal, yakni tidak terdapat satu atau lebih keadaan yang dapat menghalangi seorang wakil melaksanakan tugasnya. Dengan kata lain, tidak boleh mundur tanpa disertai alasan yang sah.

Jika diasumsikan bahwa benar Wartono akan kembali mengundurkan diri sebagai wakil wali kota, maka sudah barang tentu hal tersebut akan memunculkan pertanyaan terakhir, yakni siapa yang akan menggantikan Wartono sebagai wakil wali kota untuk mendampingi Lisa Halaby.

Siapa yang Potensial Menjadi Pengganti Wartono?

Tentu ini akan menjadi hal yang paling menarik dan menjadi materi diskusi yang hangat utamanya bagi mayoritas partai politik di DPRD Kota Banjarbaru. Mayoritas parpol tersebut secara normatif mendukung dan mencalonkan Lisa-Wartono. Publik pun berhak untuk bersuara. Baik di warung-warung gorengan, maupun melalui media terbuka seperti laman ini.

Lantas, siapa yang akan menggantikan Wartono?

Mafhumnya parpol akan tertarik untuk mendudukkan kadernya dalam eksekutif, baik sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah. Demikian pula dengan parpol yang ada di DPRD Kota Banjarbaru. Namun bagi kader parpol yang telah duduk di DPRD Banjarbaru, Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang berpotensi membuat masa jabatan diperpanjang akan menjadi pertimbangan subjektif di luar perintah partai.

Sehingga menjadi masuk akal jika kader parpol yang telah duduk di DPRD lebih memilih untuk tetap sebagai anggota DPRD Kota Banjarbaru daripada harus menggantikan Wartono. Pertimbangan ‘perpanjangan nafas’ itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Apa yang bisa mengubahnya adalah perintah yang tidak bisa tolak. Entah perintah siapa.

Partai politik baru salah satu cluster atau gugus kandidat potensial pengganti Wartono. Masih ada gugus lain yang menarik dianalisis. Namun untuk sementara catatan kali ini akan diakhiri di situ. Bukan karena apa-apa, hanya sekadar ingin membatasi saja. Namun akan disambung melalui catatan berikutnya yang secara khusus tentang hal tersebut.

Kapan catatan susulan akan diterbitkan? Wallaahua’lam. Jika tidak esok hari, mungkin pekan depan. Jika tidak pekan ini, mungkin bulan depan. Begitu agaknya, mirip-mirip sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang ponakan yang baru saja masuk sekolah dasar.


Kabar burung dalam politik itu memang sulit diketahui pasti kebenarannya. Bisa jadi memang begitu adanya, mungkin pula hasil fabrikasi untuk kepentingan tertentu. Perlu pula diingat, bahwa tidak seluruh burung bisa berbicara.

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti » Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria
  1. Avatar Warm
    1. Avatar Mhd Wahyu NZ

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas