Zohran Mamdani memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk Wali Kota New York. (Foto: thenation.com)

Isu Israel dalam Pilkada New York

Pemilihan pendahuluan Wali Kota New York 2025 untuk Partai Demokrat menjadi sorotan karena menentukan kandidat yang akan mewakili partai dalam pemilihan umum pada 4 November 2025. Kota New York, sebagai basis kuat Partai Demokrat, membuat pemenang pemilihan pendahuluan ini menjadi favorit kuat untuk memenangkan kursi wali kota.

Meskipun hasil resmi masih menunggu penghitungan suara berperingkat (ranked-choice voting) yang dimulai pada 1 Juli 2025 dan akan disahkan pada 15 Juli 2025, keunggulan Mamdani di putaran pertama diperkirakan cukup untuk melampaui ambang batas 50% setelah redistribusi suara.

Kemenangan Mamdani juga dianggap sebagai kejutan besar karena ia berhasil mengalahkan Andrew Cuomo, seorang politisi berpengalaman dengan koneksi politik dan sumber pendanaan yang kuat. Keunggulan Mamdani sangat signifikan, terutama di wilayah Queens, Brooklyn, dan sebagian besar Manhattan, sementara Cuomo unggul di Bronx dan Staten Island.

Pada sisi lain, kekalahan Cuomo yang mencoba kembali ke politik setelah mengundurkan diri akibat skandal pelecehan seksual pada 2021, menunjukkan pergeseran preferensi pemilih menuju kandidat progresif. Namun Cuomo masih memiliki opsi untuk mencalonkan diri sebagai independen di Pilkada New York.

Kemenangan Mamdani dalam pemilihan pendahuluan menandai momen bersejarah karena ia adalah kandidat Muslim pertama yang mencalonkan diri sebagai wali kota New York. Dukungannya yang kuat, meskipun ada kehadiran komunitas Yahudi yang signifikan di kota ini.

Dalam debat yang dilaksanakan, isu Yahudi dan Israel menjadi salah satu isu yang banyak menarik perhatian dan memantik pertanyaan publik. Terutama ketika moderator menanyakan tentang kunjungan pertama yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi Wali Kota New York. Hampir seluruh kandidat menyatakan akan mengunjungi Israel. Kecuali Mamdani, yang menyatakan bahwa ia akan tetap berada di New York.

Jawaban tersebut membuat Mamdani dikejar dengan pertanyaan lain, yakni apakah Mamdani mengakui keberadaan negara Yahudi Israel. Mamdani tidak langsung menyebutkan Israel, ia hanya menyatakan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk eksis. Mungkin Mamdani merujuk pada ‘Solusi Dua Negara’.

Lebih tegas, dalam sebuah wawancara bersama Mehdi Hasan, ia ditanya jika -kelak- menjadi Wali Kota New York, apakah ia akan menangkap Benjamin Netanyahu sebagaimana perintah Pengadilan Internasional jika Netanyahu berkunjung ke New York. Dengan tegas Mamdani menjawab iya, ia akan menangkapnya.

Posisi Mamdani tersebut tampaknya akan membukakan pintu serangan dari kelompok lobi zionis, yang bisa jadi akan memperkuat dukungan bagi kandidat dari Partai Republik atau indipenden pada Pilkada New York di November mendatang. Saat itulah akan benar-benar dapat diketahui, apakah memang benar telah terjadi perubahan lanskap politik di sana.

Tapi, untuk apa mencatat sesuatu yang jauh sekali dari Banjarbaru? Terlebih lagi pemilihan wali kota di sana tetap disebut sebagai Pemilihan Umum dan bukan Pilkada seperti di Indonesia. Karena Pilkada Banjarbaru, yang paling menarik di Kalsel sudah usai. Juga ada hal lain yang membuatnya menarik, sehingga tertarik.

Salam.

Mhd Wahyu NZ

Ikuti » Kanal Telegram

ANIQS - Pakaian Muslim Pria
ANIQS - Pakaian Muslim Pria

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas