Sajadah
Sajadah (ilustrasi). Foto: Dok. Pribadi.

Sajadah, Azan, dan Shalat Kampanye

Tempo hari ada sedikit ramai, tentang adanya bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Prov. Kalimantan Selatan berkampanye menggunakan sajadah. Hal itu berawal dari sebuah unggahan video TikTok. Walau pun kemudian diklarifikasi, bahwa itu sajadah itu adalah sajadah lama, dari Pemilu 2019 lalu. Tapi sudah terlanjur ramai.

Lalu kemudian muncul lagi video baru. Kali ini bukan dari TikTok. Melainkan terkait tayangan azan pada salah satu televisi swasta. Bukan soal azannya, melainkan talent yang ada dalam tayangan tersebut. Yakni seorang yang sudah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden, Ganjar Pranowo. Tayangan tersebut tentu saja memantik keramaian baru. Maklum soal pilpres. Tentu akan jauh lebih ramai.

Kedua hal tersebut sudah dapat dinyatakan selesai. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Begitu kata sejumlah pihak terkait. Kesamaan lain, kedua hal tersebut, sajadah dan azan, sudah pasti akan terasosiasi dengan Islam. Maka tidak bisa disalahkan ketika banyak yang berpendapat bahwa hal seperti itu adalah sekadar untuk mendapatkan dukungan suara dari kalangan umat Islam.

Juga tidak bisa disalahkan ketika umat Islam ingin tahu lebih jauh tentang keberagamaan setiap bakal calon presiden (bacapres), pun bakal calon anggota DPR/DPRD. Tidak sekadar apakah bisa bikin dan membagi sajadah, atau sekadar tampil sedang berwudhu.

Oleh sebab itu, menarik juga kiranya setiap bacapres pun bacaleg dibikinkan videonya, lalu dibagikan. Video tentang bagaimana seorang bacapres sedang shalat dan menjadi imam, tapi bukan imam saat dzuhur atau ashar. Atau pada kali lain, sedang memberikan tausiyah, kultum. Itu sudah cukup. Sebab mungkin terlalu berat kalau harus khutbah Jumat.

Ya… paling akan muncul keramaian baru, tidak lagi sekadar sajadah kampanye, azan kampanye, tapi sudah meningkat menjadi tausiyah/kultum kampanye, dan bahkan shalat/imam kampanye. Pun belum tentu itu akan melanggar aturan tentang kampanye. Karena sudah pasti tahu, bagaimana cara menghindari pelanggaran kampanye.

Salam,

Mhd Wahyu NZ © mwahyunz.id

2 komentar pada “Sajadah, Azan, dan Shalat Kampanye”

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas