Hasil Riset Tentang Kerja dan Organisasi Buzzer di 70 Negara

The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation

The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation
The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation

Sebuah riset yang dilakukan untuk meneliti kerja dan organisasi buzzer di 70 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia dan membandingkannya antarnegara. Dari hasil riset tersebut, penelitian itu mengelompokkan mana saja propaganda buzzer yang kuat dan lemah di 70 negara yang diteliti. Riset ini dilakukan oleh  Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard dan dipublikasikan dalam sebuah laporan yang berjudul “The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation“.

Beberapa hal yang juga diungkapkan melalui laporan tersebut diantaranya adalah:

  1. Bukti kampanye manipulasi media sosial terorganisir yang telah terjadi di 70 negara, naik dari 48 negara pada 2018 dan 28 negara pada 2017. Di setiap negara, setidaknya ada satu partai politik atau lembaga pemerintah yang menggunakan media sosial untuk membentuk sikap publik di dalam negeri;
  2. Media sosial telah dikooptasi oleh banyak rezim otoriter. Di 26 negara, propaganda komputasi digunakan sebagai alat kontrol informasi dalam tiga cara berbeda: untuk menekan hak asasi manusia yang mendasar, mendiskreditkan lawan politik, dan menenggelamkan perbedaan pendapat;
  3. Meskipun ada lebih banyak platform jejaring sosial, Facebook tetap menjadi platform pilihan untuk manipulasi media sosial. Di 56 negara, kami menemukan bukti kampanye propaganda komputasi yang dilakukan secara formal di Facebook.

Silakan unduh laporan lengkapnya berikut ini:

Ikon

Global Inventory of Organised Social Media Manipulation 6.05 MB 0 downloads

Dokumen laporan penelitian oleh Samantha Bradshaw & Philip N. Howard yang berjudul...

_
Salam. Bahagialah selalu...

Mhd Wahyu NZ
Telegram | Facebook