PSBB: Jangan Bergantung pada Pemerintah!

Biasakan cuci tangan pakai sabun
Biasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. (Foto: covid19.go.id)

Hari ini, Rabu (20/05) merupakan hari kelima pelaksanaan PSBB di Kota Banjarbaru. Siapapun bisa melihat keadaan di luar rumah dari waktu ke waktu. Kali ini hanya mau bilang, jangan bergantung pada pemerintah! Ya, begitu, dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ini sebisanya tidak usah bergantung pada pemerintah. Maksudnya?

Malam itu serombongan Satpol-PP dan Dishub Kota Banjarbaru bergerak dari warung ke warung. Ada razia kata ibu penjual mie bancir. Dua orang diantara mereka masuk dan kemudian dijawab oleh si ibu bahwa memang sudah mau tutup. “Tidak apa-apa, silakan berjualan, tapi tidak makan di tempat, hanya boleh bungkus dan di bawa pulang,” kata petugas menjelaskan. Si ibu tenang. Aku mendengarkan dari luar, sembari menunggu bungkusan buat bekal sahur.

Suatu saat seorang kawan bercerita, ia yang harus bekerja lintas daerah. Hari pertama memang dicegat dan diperiksa. Hari berikutnya sudah tidak lagi. Kabar serupa tentang tidak diperiksa juga sudah ada di media massa, jadi bukan rahasia. Aparat juga sudah menjawab apa alasannya, dari soal istirahat, dan lain-lain. Tapi tentu saja, di sini tidak memperdebatkan hal itu.

Atau saat sore, lintasilah Jl. Karang Anyar, Kec. Banjarbaru Utara. Tersedia aneka rupa menu untuk bersiap buka puasa. Jangan ditanya berapa banyak manusia di sana. Physical distancing? Entah berapa orang yang ingat bahwa ada istilah itu. Itu masih belum soal berapa banyak yang melakukannya. Semua nampak biasa saja. Hal yang terlihat berbeda hanyalah rerata memang sudah mengenakan masker.

Pada akhirnya, kemampuan aparat memang terbatas. Dapat dikatakan dari seluruh sisi. Soal bantuan, jangan coba bandingkan dengan Kanada, yang memberikan bantuan $2000 bagi warganya yang terdampak Covid-19 selama 4 bulan. Amerika saja kalah jauh dengan Kanada. Atau bagaimana repotnya pemerintah Vietnam berusaha mempertahankan hidup 1 orang! Ya, seorang pasien yang kini kritis, jangan sampai dia meningggal. Karena Vietnam sampai saat ini masih 0 jiwa yang meninggal.

PSBB hanya salah satu cara yang diyakini oleh pemerintah bisa membantu memperbaiki keadaan, dengan segala keterbatasan yang ada. Sisanya yang terutama adalah kesadaran warga sendiri. Untuk mawas diri dan lain-lain hal yang diperlukan. Walaupun PSBB, tanpa ada kesadaran warga, akan percuma. Tanpa perlu bicara bagaimana PSBB sebaiknya dilakukan, intinya juga kembali kepada manusianya, sebagai penghuni utama permukaan bumi. Yang bisa berkeliaran kesana-kemari.

Ada Tanggapan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas