Pantang Berhenti Sebelum Habis

Ketika kudapan tradisional memiliki daya pikat luar biasa

Kacang rebus adalah salah satu kudapan yang dapat membuat penyukanya sulit berhenti sebelum habis. © mwahyunz.id
Kacang rebus adalah salah satu kudapan yang dapat membuat penyukanya sulit berhenti sebelum habis. © mwahyunz.id

Kudapan, penganan,  atau camilan, adalah istilah yang digunakan untuk makanan kecil yang dimakan di luar waktu makan. Makan pokok atau berat maksudnya, seperti nasi. Banyak jenisnya, bisa berupa kue-kue, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Tapi sebelum lebih jauh, kacang itu buah bukan sih? Nah, dari seluruh jenis kudapan yang ada di dunia ini, ada saja jenis yang membuat kita susah berhenti menikmatinya. Pernah begitu?

Ada kawan yang kalau terjumpa dengan kacang goreng, mendadak saja muncul rasa kepemilikannya terhadap toples. Itu kalau kacangnya ada di dalam toples. Tidak cukup sekedar mengambil kacang gorengnya, sekalian toplesnya ikut dipangku. Ada kawan lain, yang kalau jumpa kuaci, berserak-serak jadinya itu kulit kuaci. Pantang berhenti sebelum habis seluruh kuaci. Sangat menikmati seni membuka kulit kuaci dan isinya yang mungil itu.

Seperti tadi malam, ketika sedang rapat bersama rekan-rekan, entah siapa yang punya ide untuk menyiapkan kacang rebus dan kripik singkong. Dua macam kudapan sederhana dan tradisional ini juga memiliki kekuatan menarik yang aneh. Tak bisa berhenti mengambilnya dari piring di atas meja. Ambil, suap, kunyah, telan, begitu terus berulang. Kalau kacang rebus tentu bertambah proses buka kulitnya. Sampai-sampai berusaha menyingkirkan piring yang berisi kacang rebus dan kripik itu ke sisi lain agar sulit dijangkau tangan.

Hanya saja, malam ini jadi berusaha mengingat-ingat, kudapan apa saja yang sanggup membuat seolah muncul semangat pantang berhenti sebelum habis. Ternyata yang muncul dalam ingatan adalah camilan-camilan tradisional dan sederhana. Ya semacam beberapa yang sudah disebutkan sebelumnya. Kuaci, kacang, kripik, dan semacam itu. Tak pernah selama ini merasakan hal yang sama terhadap aneka kue lainnya. Katakanlah semacam kue-kue umum yang muncul saat lebaran seperti nastar, dan lain-lain itu. Kue-kue itu semacam biasa saja.

Atau ada yang memiliki pengalaman/selera yang berbeda mungkin?

_
Salam. Bahagialah selalu...

Mhd Wahyu NZ
Telegram | Facebook