Montir Dadakan, Khawatir Lebihan Baut

Menjadi Montir Sepeda Dadakan
Ilustrasi belajar memperbaiki sendiri sepeda. © mwahyunz.id

Biasanya pada setiap pagi, Mama bersepeda. Menggunakan sepeda mini (bukan macam sepeda pada gambar ilustrasi), Mama bersepeda ke beberapa tempat yang dapat dikatakan menjadi langganan beliau. Pulang bersepeda, keranjang sepeda beliau sudah terisi oleh beberapa macam barang. Bisa sayur, kue, dan lain-lain. Bahkan penjual bubur pagi yang biasanya didatangi Mama menjuluki beliau “ibu sepeda”.

Pada suatu siang, yang itu beberapa hari lalu, Mama tiba-tiba bilang bahwa ban depan sepedanya kempes. Setelah dicek, benar kempes. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata pentilnya sudah robek. Maka kesimpulannya adalah harus ganti ban dalam. Lebih lanjut, dengan gagah perwira kusampaikan kepada Mama bahwa tidak perlu dibawa ke bengkel. Bisa ganti sendiri.

Keyakinan mampu melakukannya sendiri itu tentu saja berdasar. Karena sebelumnya sudah diajari oleh Warm bagaimana mengganti ban dalam sepeda. Rasa-rasanya pengalaman itu sudah menjadi bekal pengetahuan yang cukup. Jadilah kemudian membeli sebuah ban dalam, untuk mengganti ban sepeda Mama. Mau kerjakan sendiri. Lagi pula seluruh peralatan yang diperlukan sudah pun ada.

Singkat kata, itulah yang terjadi. Ban depan sepeda mini Mama berhasil diganti dengan baik, dan dengan proses yang cukup lancar. Sudah pula diisi angin sebagaimana mestinya. Entah kenapa baru terpikirkan untuk cek ban belakang. Ternyata, juga mengalami masalah yang sama. Kesimpulan juga harus ganti ban dalam. “Oh bodohnya, kenapa tidak dicek dari awal,” begitu lebih kurang suara dari kepala.

Jadilah kemudian pergi lagi membeli ban dalam. Kali ini yakin hanya membeli satu saja. Karena sepeda Mama bannya cuma dua. Begitu akan mulai mengganti ban dalam belakang, kesadaran baru muncul kembali. Sangat berbeda dengan ban belakang. Karena ban belakang ada macam-macamnya. Lebih dari itu, belum diajari oleh Warm bagaimana mengganti ban belakang.

Setelah mengamati dan mempelajari, mulailah melepaskan baut satu persatu. Setiap lepas sebuah baut, diiringi dengan usaha mengingat bagaimana dan di mana ia sebelumnya, saat terpasang. Karena bagi yang bukan montir profesional, kelebihan baut saat memasang kembali adalah salah satu masalah yang umum ditemui. Maka khawatir lebihan baut itu harus diantisipasi.

Setelah menghabiskan waktu selama lebih dari satu jam 😯 akhirnya ban belakang sepeda Mama sudah kembali normal. Tidak kempes lagi, karena sudah ganti ban dalam yang baru. Lega sekali rasanya. Bangga juga. Hanya saja ketika akan meletakkan sepeda Mama ke tempat yang biasanya, menjadi bingung bagaimana agar sepeda Mama bisa berdiri sendiri. Perlu beberapa saat untuk kemudian sadar, ternyata lupa memasang kembali standar sepedanya.

Mau tidak mau, harus kembali melepas beberapa baut, bongkar lagi, untuk memasang kembali standar sepeda yang sempat terlupa. Lagi pula, dalam pelajaran sebelumnya tidak menggunakan sepeda yang pakai standar, sehingga wajar jika lupa. Tentu saja pernyataan ini adalah sebuah apologi. Yang penting, setelah beberapa waktu sepeda Mama sudah okesip lagi. “Ibu sepeda” bisa mengayuh lagi.

Atas beberapa kejadian itu, komentar Mama pendek saja. “Maklum, bukan montir sepeda sungguhan. Montir dadakan.”

Selain itu, tentu juga patut berterima kasih kepada Warm yang telah menjadi guru dalam hal ini, sehingga bisa memperbaiki sepeda Mama. Jika muridnya ini mengalami beberapa kesalahan, itu memang karena murid yang tidak mengembangkan pengetahuan dari sang guru. Tugas utama guru adalah memberikan ‘fondasi’ (bentuk tidak bakunya: pondasi). Murid yang harus mengembangkan diri sendiri.

Sebelum mengakhiri catatan ini, perlu diingatkan kepada beberapa kawan, agar jangan dulu bertanya kapan sepedaan lagi. Sekalipun PPKM Level 4 di Kota Banjarbaru disinyalir sudah/akan diturunkan, tapi persoalan waktu tidur dan bangunnya yang masih agak runyam. Mau benahi hal ini dulu. Nanti kita akan. 😉

Salam,

Mhd Wahyu NZ

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir Ke Atas