Menyongsong Partisipasi Dalam Pemilu 2024

Penyampaian Paparan dalam Penyuluhan Pendidikan Politik di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru (15/07)

Kamis (15/07/2021) kemarin, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarbaru melaksanakan kegiatan penyuluhan pendidikan politik bagi masyarakat Kota Banjarbaru Tahun 2021 dengan mengambil tema “Peran Serta Masyarakat Dalam Mensukseskan Dan Meningkatkan Pertisipasi Pasa Pemilu Serentak Tahun 2024”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Cempaka tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru, Drs H.Abdul Malik, M.Si. dan diikuti oleh para tokoh masyarakat serta kelurahan se-Kecamatan Cempaka.

Pada kegiatan tersebut, dan dalam kapasitas sebagai narasumber mewakili KPU Kota Banjarbaru, saya berkesempatan menyampaikan sejumlah hal terkait dengan partisipasi dalam Pemilu Tahun 2024 mendatang. Yang pada dasarnya dapat dibagi atas Partisipasi Masyarakat, dan Partisipasi Pemilih. Obrolan kemarin berangkat dari pengertian dasar “partisipasi”.

Mungkin, berikut ini adalah ikhtisar apa yang dapat disampaikan pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dilakukan bersama Kesbangpol Kota Banjarbaru kemarin.

Dalam pemaknaan secara umum, partisipasi masyarakat dalam Pemilu dapat mengambil bentuk keterlibatan yang lebih banyak atau lebih luas. Yakni keikutsertaan/peran serta masyarakat dalam seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu. Ambil contoh saja menjadi penyelenggara Pemilu dalam seluruh tingkatan, memberikan masukan/tanggapan masyarakat atas hal/pada tahapan tertentu, dll. Kesempatan yang sangat luas.

Sementara dalam pengertiannya secara khusus, partisipasi masyarakat dalam Pemilu didasarkan kepada Pasal 448 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum -berikut Peraturan KPU tentang hal terkait-, yang mengatur dan menetapkan bentuk partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Bentuk² tersebut adalah meliputi Sosialisasi Pemilu; Pendidikan politik bagi pemilih; Survei atau jajak pendapat tentang Pemilu; dan Penghitungan cepat hasil Pemilu.

Kemudian, ketika bicara perihal Partisipasi Pemilih, yang dimaknai sebagai “kehadiran Pemilih di TPS serta keikutsertaan/peran serta Pemilih untuk memberikan suara pada setiap jenis Pemilihan Umum”, secara pribadi memberikan apresiasi kepada Pemilih di Kecamatan Cempaka. Karena pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 itu, tingkat partisipasi Pemilih di Kec. Cempaka adalah yang tertinggi di Kota Banjarbaru.

Tingkat Partisipasi Pemilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Tahun 2020

Selain itu, juga disampaikan contoh data tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu Tahun 2019 lalu, lengkap dengan perbandingan tingkat partisipasi antara pemilih laki-laki dan pemilih perempuan. Dan, pemilih perempuan di Kota Banjarbaru selalu lebih unggul dalam berpartisipasi. Pada seluruh jenis Pemilu.

Tentu saja, tidak sekedar menunjukkan data apa yang sudah terjadi. Lebih penting adalah untuk apa yang akan terjadi, yakni partisipasi pemilih pada Pemilu Tahun 2024 mendatang. Mendorong calon pemilih Pemilu 2024 untuk tetap berpartisipasi. Tidak sebatas partisipasi kuantitatif, lebih penting dan mendasar adalah partisipasi kualitatif. Sebagaimana apa yang saya yakini selama ini, bahwa kualitas partisipasi pemilih tidak boleh diabaikan/ditinggalkan. Partisipasi pemilih tidak bisa hanya mengejar soal kuantitas.

Dan nampaknya, pesan-pesan itulah yang akan terus dibawakan dalam kegiatan/acara sejenis bersama masyarakat dan pemilih di Kota Banjarbaru. Selamat menyongsong Pemilu Tahun 2024. Kelak pada 28 Februari.

___
Salam. Bahagialah selalu...

Mhd Wahyu NZ
Telegram: @mwahyunz

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *