Lapangan Tenis yang Terbengkalai

Lapangan Tenis di Jl. Kasuari Banjarbaru

Jika Anda menyusuri Jl. Kasuari di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, maka mungkin akan melihat sebuah tempat wujudnya seperti dalam gambar di atas itu. Itu adalah sebuah lapangan tenis yang kini terbengkalai. Dulu, dan yang dimaksud dengan dulu ini adalah sudah lupa persisnya kapan, tapi jelas sangat lama, ketika sore hari ada saja melihat para bapak atau om yang bermain tenis di sana. Ya, karena melihatnya itu waktu masih kecil dulu.

Sekarang, dan yang dimaksud sekarang di sini adalah sudah bertahun lamanya sampai dengan saat ini, maka sudah bisa dipastikan tidak ada lagi yang bermain tenis di sana. Sepertinya juga tidak ada yang main petak umpet atau main perang-perangan di sana. Walau nampak cocok untuk itu. Rimbun sekali sekarang suasananya. Seandainya di tengah-tengah lapangan tenis itu ditumbuhi pohon yang bercabang ranting membentuk kanopi, tentu akan semakin teduh jadinya.

Tidak mudah mengingat kapan persisnya menjadi seperti itu. Hanya saja, yang samar-samar bisa diingat adalah, bahwa lapangan itu tidak lagi terlihat dipakai justru setelah direhab atau diperbaiki. Sebab sebelumnya kondisi pagarnya ada yang sudah miring, kemudian menjadi tegak dan bagus. Itu waktu masih bisa dilihat dengan jelas, tanpa terlindung tanaman liar. Setelah direhab itu justru tidak lagi melihat para bapak-bapak rutin dan ramai main tenis di situ. Kalau ibu-ibu dan/atau tante, memang tak pernah melihat main tenis. Tidak hanya di lapanga itu, tapi di seluruh wilayah Kota Banjarbaru. Tak pernah melihat. Walau itu bukan serta merta berarti tak ada. Hanya tak pernah melihat.

Kabarnya, lapangan tenis itu milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Fasilitas itu milik salah satu dinas, dan di belakang lapangan tenis itu ada gudang juga. Selain di Jl. Kasuari itu, dulu juga ada lapangan tenis lain yang dimiliki oleh Pemprov. Kalsel di Banjarbaru ini. Lokasinya di Jl. Panglima Batur. Konyolnya, saking tiap hari lewat di Panglima Batur, malah lupa nengok, apakah lapangan itu masih ada atau tidak. Sebab ada pembangunan besar-besar di wilayah yang sekali menjadi komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Prov. Kalsel tersebut.

Kembali ke lapangan tenis di Jl. Kasuari itu. Entah kenapa tak lagi dipergunakan. Apakah karena memang peminat olah raga tenis sudah sangat berkurang, atau mungkin sebab lain. Entahlah. Hanya saja, sangat sayang rasanya melihat fasilitas di tengah kota dalam keadaan begitu rupa. Apa tidak lebih baik dialihfungsikan menjadi fasilitas lain? Rasa-rasanya, dan pikir punya pikir, mungkin memang lebih baik dialihfungsikan saja. Sayang. Selain itu, kita memang harus terbiasa berpikir ke depan saat membangun sesuatu. Karena memang, memelihara itu jauh lebih sulit dari pada membangun.

Ada Tanggapan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas