Donor Darah © mwahyunz.id
Sudah Bisa Donor Darah Lagi © mwahyunz.id

Donor Darah Bonus Sate

Setelah sekian waktu tidak bisa donor darah karena alasan kesehatan, syukurlah hari ini sudah bisa kembali mendonorkan darah. Karena memang mengusahakan untuk bisa melakukannya secara rutin. Sebab itulah tadi siang mampir sebentar ke Unit Transfusi Darah (UTD) RS Daerah Idaman Kota Banjarbaru, yang letaknya persis di sebelah barat laboratorium itu.

“Buat siapa?”, tanya petugas.
“Entahlah, buat siapa saja yang perlu”, demikian menjawab.
“Oh, donor sukarela artinya,” jelas petugas sembari mempersilakan masuk. Ramah.

Dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah dan Hb. Hasilnya normal, dan darahnya bisa diambil. Alhamdulillah. Sembari darah mengalir ke dalam kantong, iseng² bertanya pada petugasnya. “Kapan sih ada program donor darah terus kemudian di kasih sate kalau sudah selesai?” tanyaku.
“Wah, belum pernah ada, Pak”, jawabnya. Kupikir dia faham apa yang terjadi, karena jawabnya juga sambil tertawa kecil.

“Ya sekali-kali lah, bikin begitu. Masa terus dikasih susu, vitamin atau apa itu yang buat tambah darah (karena lupa namanya)”, aku yang masih melanjutkan. Darahpun masih terus mengalir, sampai dapat 1 kantong. Selesai. Lega rasanya sudah bisa kembali donor. Ngobrolpun juga berlanjut, sambil tanya² dan mendapatkan penjelasan perihal donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh para penyintas COVID-19. Donor itu bisa dilakukan di UTD RSD Idaman Kota Banjarbaru. Mesinnya sudah ada.

Jadi, kawan² penyintas COVID-19 yang berniat melakukan donor konvalesen, silakan hubungi atau datang ke UTD RSD Idaman Kota Banjarbaru. Darah yang keluar dari tubuh, akan masuk ke dalam sebuah mesin yang memproses pemisahan dan pengambilan plasma khususnya, kemudian darah kembali ke dalam tubuh.

Usai donor dan mau pulang, petugas UTD berniat memberikan bungkusan plastik yang entah apa isinya. Mungkin susu dan lain-lain. Langsung saja kutanyakan lagi, “Itu sate bukan?”.
“Bukan, Pak!” begitu jawab mereka, sambil tertawa juga.
“Oh, kalau bukan sate, tidak usah saja. Buat orang lain saja. Terima kasiiih…”, kujawab lagi.

Sudah bisa kembali donor saja rasanya senang luar biasa. Dilayani dengan baik pula. Sementara soal sate, biar beli sendiri. Apalagi sebelum donor tadi, juga sudah menikmati sate favorit, sate menjangan.
🦌

Sehingga, donor darahlah selagi bisa, selagi hidup. Dengan atau tanpa bonus sate.

Salam,

Mhd Wahyu NZ © mwahyunz.id

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas