Bunyi Sunyi Ramadhan 1441 H/2020 M

Baru saja, beberapa jam lalu Ramadhan telah berlalu. Syawwal menjelang. Masih pada 1441 H yang bersamaan dengan 2020 M. Ramadhan yang baru berlalu ini, nampaknya dijalani dengan suasana yang sama di seluruh penjuru dunia. Sebab itulah pada saat awalnya berharap akan ada “pandemi kemanusiaan” untuk mensikapi keadaan. Harapan yang sudah semestinya juga diusahakan.

Ramadhan kali ini juga penuh pembelajaran. Mulai mendapatkan sebuah pelajaran dari Amerika sana, sampai dengan betapa kita harus “kembali ke rumah“. Masih banyak pelajaran lain yang mudah-mudahan terekam dengan baik, dan benar-benar menjadi pembelajaran berharga. Baik yang bersumber dari jalannya kehidupan, maupun melalui yang tertulis pada lembaran-lembaran sebuah risalah.

Ramadhan kali ini penuh dengan bunyi yang akan selalu tersimpan diingatan. Tak terlupakan. Bunyi-bunyian yang membuat perasaan begitu ramai. Bunyi yang bergemuruh, menggugah semangat. Bunyi yang menggema, lalu seumpama menjadi palu yang menancapkan keinginan kuat, tekad, bahwa masih banyak yang harus diperjuangkan.

Ramadhan, semua bunyi itu ternyata lahir dari kesunyian. Sunyi yang diusahakan. Sunyi yang disengaja. Bisa jadi rahimnya adalah kesendirian. Karena jika tentang kata, kesendirian akan terasa lebih kuat dari pada sendiri. Kesendirian yang harus disyukuri. Sepenuhnya. Sembari membiarkan apapun yang berlalu lalang dan melintas, tapi ingin memintanya singgah.

Bunyi sunyi dalam Ramadhan 1441 H kali ini, menjadi catatan terpenting untuk menjalani waktu demi waktu yang datang menjelang. Dimulai pada saat ini, 1 Syawwal. Hingga kelak terhenti, tanpa bisa dilanjutkan lagi. Demikian dicatat untuk diri sendiri.

Terima kasih, Tuhan.

1 komentar untuk “Bunyi Sunyi Ramadhan 1441 H/2020 M”

  1. Ping-kembali: Berat! Menjaga Data Menjaga Hati • Mhd Wahyu NZ

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas