Berat! Menjaga Data Menjaga Hati

Penawaran data melalui salah satu forum internet
Penawaran data DPT pada salah satu forum online

Akhir-akhir ini Indonesia diramaikan oleh kabar tentang kebocoran data. Baik data pengguna layanan online swasta, juga data yang dikelola oleh lembaga resmi negara. Beberapa contoh kabar termutakhir tentang ini adalah kebocoran data pengguna layanan Tokopedia, kemudian disusul dengan kebocoran data layanan Bhinneka. Keduanya adalah layanan jual beli daring.

Jelang berakhirnya Ramadhan 1441 H, muncul pula lagi kabar kebocoran data, kali ini data DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang notabene dibuat oleh KPU. Duh, apa lagi ini. Kabar ini sendiri mencuat setelah diposting oleh salah satu akun Twitter yang mengutip sebuah penawaran dalam sebuah forum online yang diposting pada 20 Mei 2020 lalu (lihat tangkapan layar posting dalam forum dimaksud pada gambar di atas).

Secara khusus tentang data DPT, Komisioner KPU RI, Bang Viryan telah menjelaskan yang kesimpulannya adalah data tersebut tidak berasal secara langsung dari KPU RI. KPU juga telah melakukan pengecekan data DPT Pemilu 2014 dalam penguasaan KPU dan data tersebut berada dalam kondisi baik dan aman. Tidak terjadi kebocoran/hacking/peretasan data di KPU RI.
» Baca tulisan lengkap beliau: DPT PEMILU 2014 TIDAK BOCOR

Pernah jadi korban kebocoran data? Aku sih pernah mengalami beberapa kali. Berikut kejadian menjadi korban yang datanya ikut bocor: Tumblr (Oktober 2016), Adobe (Oktober 2016), Bukalapak (Februari 2018), Disqus (Februari 2018), Ipusnas (Oktober 2019), Bhinneka (Mei 2020). Data yang ikut bocor pada layanan² tersebut adalah berupa email (surel) berikut passwordnya. (Baca juga: Cek Apakah Password Kita Dicuri).

Maka memang, dalam dunia yang serba terhubung saat ini, persoalan data menjadi sangat penting. Menjaga data (yang bentuknya bisa macam² itu) juga sangat penting. Bocor username dan password akun medsos saja bisa bikin susah luar biasa. Contoh lain, coba saja cari foto Kartu Keluarga di mesin pencari, akan dapat banyak. Itu salah satu sumber data yang bisa digunakan bagi yang iseng mau daftarkan nomor telepon seluler baru. Pin ATM? Kode membuka ponsel? Dan lain-lain lagi.

Asli berat! Menjaga data sendiri saja sekarang susah, apalah lagi menjaga data milik orang lain. Dapat dibayangkan bagaimana tanggung jawab para admin yang menjaga data² penting banyak orang. Betapa peningnya mereka jika ada kabar data yang dijaganya bocor. Sudah pasti kerjanya menguras pikiran dan tenaga. Sudah begitu, masih saja ada yang maunya kasih reward rendah 😥

Itu masih soal menjaga data. Belumlah lagi soal menjaga hati. Aa Gym sudah lama menyenandungkan, “Jagalah hati, jangan kau kotori. Jagalah hati, lentera hidup ini…”

Ada Tanggapan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas