Akhir Jalan Panjang Pilkada Kalsel Tahun 2020

Penetapan Pasangan Calon Terpilih dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Kalsel (Rabu, 4/08/2021)
Penetapan Pasangan Calon Terpilih dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Kalsel (Rabu, 4/08/2021) (Dok. KPU Kalsel)

Hari ini, Rabu 4 Agustus 2021, tepat pada pukul 11.20 Wita, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi menutup pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka KPU Provinsi Kalimantan Selatan. Pleno terbuka tersebut dilaksanakan dalam rangka penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dalam Pilkada Kalsel Tahun 2020.

Sebagai pasangan calon terpilih adalah H. Sahbirin Noor, SH., MH dan H. Muhidin, yang masing-masing sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Selatan. Yang pada penyelenggaraan Pilkada Kalsel lalu, berhadapan dengan pasangan Prof. H. Denny Indrayana dan Drs. H. Difriadi.

Penyelenggaraan Pilkada di Kalimantan Selatan, khususnya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020 dapat dikatakan harus melalui jalan yang panjang. Sebab untuk pertama kalinya Pilkada Kalsel diharuskan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Pelaksanaan PSU tersebut merupakan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan pasangan Denny Indrayana-Difriadi.

Perlu ditegaskan, adalah hak setiap warga negara untuk menempuh/menggunakan sebuah proses hukum untuk membela/mempertahankan apa yang diyakininya. Demikian pula dalam pelaksanaan Pilkada (maupun Pemilu). Sehingga sebuah proses hukum dalam penyelenggaraan Pilkada/Pemilu tidak boleh disikapi dengan apriori oleh siapa pun.

Sikap terbaik adalah dengan mengambil pelajaran. Baik oleh seluruh jajaran penyelenggara, peserta, pemilih, dan pemangku kepentingan lainnya. Banyak pelajaran yang disambil dari jalan panjang Pilkada Kalsel Tahun 2020 ini. Termasuk oleh jajaran penyelenggara pada daerah yang tidak melaksanakan PSU kali ini. Harus mempelajari dan mengambil pelajaran yang baik.

Misalnya saja, betapa keutamaan menegakkan prinsip-prinsip penyelenggara dan penyelenggaraan Pilkada/Pemilu itu tidak boleh diabaikan sedikit pun. Turunan praksis atas prinsip-prinsip itu akan sangat menentukan kualitas proses yang berlangsung. Dan masih banyak catatan lain yang dapat dibuat sebagai pelajaran berharga dalam Pilkada Kalsel kali ini.

Bagi penyelenggara Pilkada, KPU Provinsi Kalsel dan seluruh jajaran, mungkin tahapan ini merupakan salah satu tahapan akhir dari sebuah jalan panjang yang harus dilalui. Tapi tidak demikian halnya bagi pasangan calon terpilih. Ini baru merupakan sebuah tahapan awal untuk kemudian harus menunaikan segala janji dan kewajiban.

Sudah saatnya untuk mengesampingkan segala perbedaan politik. Kontes selanjutnya yang paling baik adalah berlomba-lomba memberikan kemampuan terbaik untuk daerah ini dan masyarakatnya. Kalimantan Selatan. Bisa?

Salam,

Mhd Wahyu NZ

Tinggalkan sebuah Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Gulir Ke Atas