Akhir Dendam 50 Tahun Seorang Korban Risak (Bully)

Pelajaran berharga usai reuni 50 tahun sebuah sekolah di Thailand

Ternyata bisa begitu dahsyat akibat yang ditimbulkan oleh perisakan. Gambar: kidshelpline.com.au
Ternyata bisa begitu dahsyat akibat yang ditimbulkan oleh perisakan. Gambar: kidshelpline.com.au

Berawal dari sebuah kisah nyata yang baru terjadi…

Sabtu sore beberapa hari lalu mungkin menjadi hari yang mungkin menyenangkan sekaligus mengejutkan bagi mereka yang hadir dan mengikuti reuni angkatan 1966 sebuah sekolah di Ang Thong, Thailand tengah. Reuni bersama teman-teman sekolah yang sudah terpisah selama lebih dari 50 tahun nampaknya menjadi hari terakhir bagi Suthat Kosayamat (69). Reuni itu mempertemukan kembali dirinya dengan Thanapat Anakesri (69).

 

Seusai pesta reuni, Thanapat, seorang mantan perwira angkatan laut berhadapan dan mulai berdebat dengan  Suthat, yang seorang penjahit. Perdebatan tentang bagaimana Suthat merisaknya 53 tahun yang lalu. Suthat mengatakan dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi di antara mereka. Thanapat meminta Suthat untuk meminta maaf tetapi ia menolak dan mengatakan agar Thanapat melupakannya.

 

Thanapat kemudian mengambil pistol dan menembak teman satu angkatannya tersebut dan berlalu pergi. Sementara Suthat harus dilarikan ke rumah sakit, dan kemudian dinyatakan tewas. “Thanapat akan mabuk kemudian sering berbicara tentang betapa marahnya dia karena dirisak oleh Suthat. Dia tidak pernah melupakannya. Tapi ketika hal-hal ini terjadi begitu lama, aku tidak akan pernah membayangkan bahwa dia akan membunuh temannya seperti ini. Kita semua terkejut olehnya,” demikian diucapkan oleh Tuean Klakang (69) sang mantan ketua kelas.

Ya… begitulah ringkasan kisah yang sehari dua ini terbaca pada beberapa media dari luar sana. Tidak terbayangkan rasanya bagaiman seseorang yang sudah berusia 69 tahun, yang mungkin sudah saatnya menikmati hidup dalam masa pensiunnya, ternyata masih menyimpan dendam akibat risak atau bully yang dialaminya sewaktu remaja. Kita yang tak pernah menjadi korban risak mungkin tak bisa merasakannya. Tapi kejadian itu sungguh harus menjadi salah satu pelajaran berharga.

Catatan ini tak dimaksudkan untuk menilai apalah lagi menghakimi benar tidaknya pembalasan dendam yang dilakukan oleh Thanapat Anakesri. Belum pernah selama ini mengetahui atau mendengar hal seperti ini terjadi di Indonesia, apalagi di Banjarbaru. Entah ada, entah tidak. Hanya saja, ternyata bisa begitu dahsyat akibat yang ditimbulkan oleh perisakan yang terjadi pada seseorang. Bagi siapapun yang pernah menjadi korban risak, semoga saat ini lebih baik hidupnya. Aman, sejahtera, dan bahagia.

Bagi siapapun yang gemar merisak, ingatlah apa yang terjadi pada Suthat Kosayamat ini, meskipun sudah lebih dari 50 tahun berlalu. Mungkin saja dirimu membuat banyak “Thanapat Anakesri” lainnya. Mungkin saja suatu saat, mereka akan kembali padamu. Jika kejadian yang sama menimpamu, mungkin banyak yang berkata, “Pembalasan dendam seperti itu mungkin salah. Tapi dapat dimengerti.”

_
Salam. Bahagialah selalu...

Mhd Wahyu NZ
Telegram | Facebook